Video Rizieq Shihab Titip Pesan dari Arab Saudi Beredar

Sebuah video berisi percakapan antara pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan pengacara Eggi Sudjana beredar. Video yang berdurasi 41 detik ini, berisi pesan Rizieq kepada Eggi Sudjana.

"Baik bang Eggi dan kawan-kawan semua yang akan pulang ke Indonesia, kita sudah banyak bertemu, dialog, bermusyawarah, antum membawa pesan yang luar biasa, pesan untuk perjuangan, pulang membawa misi mulia, selamat berjuang," demikian kalimat yang disampaikan Rizieq.
Dalam video tersebut, tidak hanya terlihat Rizieq dan Eggi saja, tetapi juga beberapa orang lainnya. Di dalam video tersebut, Rizieq Shihab, Eggi, dan lainnya terlihat berbincang di dekat jendela, yang ketika melihat keluar tampak jelas Kakbah.

Video tersebut direkam saat Rizieq Shihab dan Eggi Sudjana umrah bersama. Video tersebut dibuat pada Jumat, 26 Mei 2017 pagi, waktu Mekah.

Eggi Sudjana mengakui isi dari video tersebut. Ia menjelaskan, dirinya berangkat umrah pada 19 Mei dan kembali ke tanah air pada 27 Mei 2017.

"Saya sudah dapat pesan-pesan khusus dari Habib (Rizieq Shihab)," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Minggu (28/5/2017).

Ia menjelaskan, amanat tersebut terkait kasus hukum yang membelit Rizieq Shihab. "Akan diumumkan bersama, konpers insyaallah besok, jam 4 sore di rumah Habib (Rizieq Shihab)," tandas Eggi.

Status soal Rizieq Mengancam Fiera Lovita, Ini Kata Mensesneg

Seorang dokter di Solok, Sumatera Barat, Fiera Lovita, mengaku terancam hidupnya setelah mengunggah status di Facebook. Status tersebut berkaitan dengan Rizieq Shihab, Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) dan dugaan kasus pornografi percakapan seks yang menjeratnya.

Mensesneg Pratikno menyatakan, aparat kepolisian telah menjaga Fiera. "Sejak tiga hari yang lalu, Kapolda sudah kawal. Saya menelepon Kapolri dan Wakapolri yang kemudian perintahkan Kapolda. LBH juga mendampingi," kata Pratikno kepada Liputan6.com melalui pesan pendek.

Fiera mengunggah status itu di Facebook pada 19 sampai 21 Mei 2017. Isinya:

"Kalau tidak salah, kenapa kabur? Toh ada 300 pengacara n 7 juta umat yg siap mendampingimu, jgn run away lg dunk bib"

"Kadang fanatisme sudah membuat akal sehat n logika tdk berfungsi lagi, udah zinah, kabur lg, masih dipuja & dibela"

"masi ada yg berkoar2 klo ulama mesumnya kena fitnah, loh...dianya kaburr, mo di tabayyun polisi beserta barbuk ajah ga berani"

Status-status itu dianggap telah menghina ulama dan Islam. Pada gilirannya, menimbulkan kemarahan sekelompok orang. Ia pun didatangi langsung, diteror melalui telepon dan media sosial. Ia juga diminta menuliskan surat pernyataan dan permintaan maaf dengan meterai.

Fiera hanya tinggal bertiga dengan anaknya yang berusia 8 dan 9,5 tahun. Ketika dihubungi Liputan6.com Sabtu, 27 Mei 2017, mengenai kelanjutan kasusnya, perempuan itu menjawab, "Semua sudah selesai. Saya masih di Solok."

Dalam surat yang beredar di media sosial, Fiera menyatakan, "Atas berbagai pertimbangan di atas yaitu keselamatan saya dan anak-anak saya serta tidak adanya pihak yang akan melindungi saya di sini, ditambah suasana di lingkungan pekerjaan yang sudah tidak nyaman lagi, saya memutuskan untuk berkeinginan keluar dari Kota Solok, Sumatera Barat ini."

Ia melanjutkan, "Saya tidak mempunyai pilihan lain lagi, dan menurut beberapa pihak yang saya ajak berkonsultasi, pindah adalah solusi pilihan terbaik untuk situasi dan keadaan saya ini."

Mulan Jamillah Resah Jika Tidak Lihat Pria Gondrong Ini, Mesra Sejak 10 Tahun Lalu


MALANG-Abdullah Sholeh, pria asal Indonesia sejak 10 tahun lalu bersahabat dan bisa dikatakan hidup dengan macan Bengal yang terkenal ganas.

Semula, Abdulah menjadi perawatan macan itu saat berumur 3 bulan, sekitar 10 tahun lalu.
Namun, dia kemudian jatuh hati dan akhirnya berkawan dengannya hingga kini.

Macan betina itu diberi nama Mulan Jamillah.

Macan cantik itu dari Bengal yang didonasikan kepada Ponpes Al Ainul Baahiroh, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ketika masih berumur 3 bulan.

Sejak itu, Abdullah Sholeh menjadi perawatnya dan kedua mahluk ini memiliki hubungan mesra sampai sekarang.

Saat Mulan Jamillah datang, Abdullah Sholeh masih remaja. Dia sempat bingung karena harus merawat macan Mulan Jamillah, sementara tetap sekolah.

Namun, begitu persahabatan mereka terjalin mesra, Abdullah Sholeh akhirnya dengan suka rela terus menjaganya.

Bahkan, hampir selama 24 jam Abdullah Sholeh tak lepas dari Mulan Jamillah.

"Jika saya sedang tidak ada di rumah, Mulan akan berusaha mencari saya. Dia akan gelisah," kata Abdullah."Sebab itu, saya selalu bersamanya untuk bermain, tidur, dan memberinya makan. Itulah bagaimana saya menghabiskan waktu saya," tambahnya.

Abdullah mengatakan, Mulan Jamillah merupakan teman terbaiknya. Dia bermain, makan, dan tidur bersama.

Meski begitu, dia akan tetap hati-hati karena khawatir suatu saat macan itu akan muncul naluri binatangnya.

Abdullah Sholeh selalu bersama dengan macan Mulan Jamillah.

Abdullah Sholeh selalu bersama dengan macan Mulan Jamillah. ()

"Saya sadar dia seekor binatang yang memiliki instingnya sendiri. Dia seperti kucing," katanya.

"Ketika bermain, dia suka mencakar dan menggigit. Itu beberapa risiko yang harus saya hadapi," tambahnya.

"Maka, kita juga harus belajar karakternya," ujarnya.

Abdullah mengatakan, wajahnya pernah dicakar dan nyaris mengeluarkan matanya.

Sebab itu, dia mulai hati-hati karena cara bermainnya memang begitu.

Dia juga terpaksa harus sering menggunakan kain di leher untuk melindunginya dari cakaran Mulan Jamillah.

Meski begitu, Abdullah menyadari itu bukan disebabkan kemarahan tapi bentuk rasa sayang.

"Saya sudah biasa dicakar dan digigit oleh Mulan Jamillah," akunya. (*)



Ini Motif Admin muslim_cyber1 Sebar Chat Palsu Kapolri ke Medsos

Polisi menangkap HP (23) karena memposting chat palsu antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Dia juga memposting ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial. Lantas apa motifnya?

"Motifnya bela ulama HRS (Habib rizieq Syihab)," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran kepada detikcom, Minggu (28/5/2017).
Namun saat ditanya apakah HP termasuk anggota Front Pembela Islam (FPI), Fadil tidak menjawab. "Dia pekerjaannya karyawan swasta imbuhnya.

Saat ini pria tersebut masih mendalami keterangan HP. HP diamankan di Jagakarsa pada Sabtu (27/5) malam.

Menurut Fadil, HP memposting status-status di Facebooknya penuh dengan ujaran kebencian terhadap suatu kelompok, ras, agama dan antargolongan tertentu. Ia juga bahkan mengedit sejumlah gambar-gambar tertentu.

"Postingannya di medsos mengandung konten yang dapat menimbulkan perasaan kebencian yang bernuansa SARA," ungkapnya.

Sebelumnya, beredar sebuah chat via WhatsApp yang disebut-sebut antara Kapolri dengan Kombes Argo yang berisi soal kasus Firza Husein. Namun dapat dipastikan bahwa chatingan yang beredar itu adalah hoax alias bohong.

Sedangkan, Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, mengatakan HP merupakan salah seorang yang mengoperasikan akun instagram muslim_cyber1. Kini pria berusia 23 tahun tersebut berstatus tersangka.

"Tersangka adalah salah satu admin akun instagram muslim_cyber1. Akun ini rutin memposting gambar-gambar, kalimat-kalimat yang bisa menebar kebencian bernuansa SARA," kata Setyo di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Minggu (28/5).

Mualaf dan Jadi Istri Perwira TNI, Bella Saphira Bikin Netter Terpukau karena Penampilan Barunya

Bagi penggemar sinetron di era 1990-an mungkin maish familiar dengan wajah dan nama besar Bella Saphira.

Mengawali kariernya sebagai model, Bella Saphira kemudian berkembang menjadi aktris sinetron paling populer di masanya.
Ia juga sempat menjadi bintang iklan Lux yang kian melambungkan namanya.

Tak lama setelahnya, Bella yang sudah terbiasa bekerja keras itu bankir tawaran iklan, main sinetron, MC, bahkan menyanyi.

Bella dikenal dengan peran ikoniknya di sinetron Dewi Fortuna yang tayang di SCTV pada tahun 2000.

Kini dirinya memang jarang muncul di layar kaca seiring kian bertambahnya deretan aktris muda yang membintangi sinetron.

Sekilas mengenai kisah asmara Bell Saphira, saat ia masih aktif di layar kaca dirinya pernah menjalin hubungan dengan almarhum Adjie Massaid.

Setelah putus dari Adjie, tak diketahui Bella menjalin hubungan dengan pria mana.

Namun kini dia telah menjadi istri dari perwira TNI, Mayor Jenderal H. Agus Surya Bakti.

Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Agus Surya Bakti didampingi istrinya, Bella Saphira.

Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Agus Surya Bakti didampingi istrinya, Bella Saphira. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Pernikahan keduanya dilakukan pada 30 Agustus 2013.

Sebelumnya, pada 26 Juli 2013, Bella Saphira mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Bella sempat terbata-bata ketika mengucapkan syahadat, ia juga terlihat gugup ketika itu.

Kini pasca-menikah, Bella terlihat lebih menikmati perannya sebagai ibu rumah tangga.

Namun belakangan, penampilan terbarunya mejadi sorotan netizen di Instagram.

Hal itu lantaran foto dirinya yang diunggah di akun Instagram @bellasaphiraofficial.

Belum diketahui, apakah itu akun Instagram asli Bella Saphira atau palsu.

Namun, saat akun tersebut mengunggah foto-foto Bella Saphira langsung banjir komentar dari netter yang mayoritas adalah penggemarnya.

Dalam foto yang diunggah, Jumat (26/5/2017), itu tampak Bella Saphira berpose candid dengan hijab warna merah menyala.

Sementara di atasnya terihat jelas bangunan dengan kaligrafi Arab.

"Welcoming and Loving The Holy RAMADHAN," tulis akun bellasaphiraofficial sebagai keterangan foto alias caption.

bellasaphiraofficial
instagram.com/bellasaphiraofficial

Tak lama kemudian, foto itu banjir komentar dan pujian netizen pengguna Instagram.

Banyak yang memuji kecantikan wanita kelahiran 6 AGustus 1973 ini.

fayyku: "Subhanallah cantiknya.."

hendistaa: "@bellasaphiraofficial subhanallah ibu cantik sekali semakin terlihat muda hehe selamat menjalankan ibadah puasa, semoga ibadah ibu dan sekeluarga lancar ya bu."

saiah_ajah: "Dewi fortuna bgt sh mba."

Bagaimana menurut Anda?

Wiranto: Dari Empat Pemerintahan, Jokowi Paling Serius Bekerja

Jenderal (Purn) Wiranto mengatakan dari empat pemerintahan yang pernah berkuasa di Indonesia, era Presiden Joko Widodo adalah yang paling bekerja.

Wiranto menyimpulkannya karena telah menjadi menteri di era Soeharto, BJ Habibie Gus Dur, dan Joko Widodo.
Wiranto mengatakan, era Soeharto rapat terbatas hanya dilaksanakan lima kali dalam sebulan, dua kali dalam seminggu era Habibie. Sementara rapat terbatas di era Gus Dur bergantung kepada menteri koordinator.

"Yang penting beres semuanya," kata Wiranto saat menjadi pembicara talkshow Merajut Indonesia Dalam Bingkai Kebhinekaan di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Sabtu (27/5/2017).

Nah, era Joko Widodo keadaannya jauh meningkat. Wiranto mengungkapkan rapat terbatas dilakukan dalam dalam satu hari bisa lebih dari satu kali.

"Zaman Pak Jokowi ratas untuk merespons kehendak publik seminggu 9 kali dan sebulan bisa 36 kali. Memang nggak tuntas, tapi kerja betul," kata Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan itu.

Ssst! Sopir Truk Ini Berhubungan Seks Setiap Hari, Anaknya 54, Istri Ada 5, Gaji Cuma Segini

Banyak anak banyak rejeki.

Kemungkinan itulah adagium yang ada di benak Abdul Majeed Mengal (70) seorang sopir truk asal Quetta, Pakistan.
Pria senja usia ini mengklaim dia memiliki 54 orang anak, sebab di masa mudanya dia berhubungan seks hampir setiap hari.

Sayangnya, 12 orang anak sudah meninggal dunia. Kini Abdul Majeed memiliki 22 putra dan 20 putri.

"Di masa muda saya, kondisi saya masih sangat bugar dan saya berhubungan seks setiap hari," kata Abdul Majeed.

Abdul Majeed bersama anak-anaknya di kediamannya sebaga umat bukan pilihan.

Abdul Majeed bersama anak-anaknya di kediamannya sebaga umat bukan pilihan. (COVER ASIA PRESS/MIRROR)

"Namun, beberapa anak saya sudah meninggal dunia. Saya bekerja keras dan memberikan pendidikan bagi anak-anak saya. Kini saya sudah tua dan tak kuat lagi," tambah Abdul Majeed.

Tentu saja puluhan anak ini tidak datang dari satu orang istri.

Abdul Majeed menikahi istri pertamanya saat dia berusia 18 tahun.

Sepanjang hidupnya, Abdul Majeed menikah sebanyak lima kali, jadi rata-rata dari setiap istri dia memiliki 10 orang anak.

Sebagian besar anak Abdul Majeed berusia di bawah 10 tahun dan putri bungsunya baru berusia dua tahun.

"Saat masih bayi mereka tak mendapatkan cukup susu karena saya kehabisan uang sehingga mereka meninggal dunia," ujar Abdul Majeed mengisahkan 12 anaknya yang sudah tiada.

"Salah seorang istri saya meninggal dunia bersama anaknya. Dia jatuh sakit dan saya tak punya uang untuk berobat, akhirnya dia meninggal dunia," kenang Abdul Majeed.

Sepanjang hidupnya, Abdul Majeed hanya bekerja sebagai seorang pengemudi truk dengan penghasilan maksimal 25.000 rupee atau sekitar Rp 3 juta.

Putra tertuanya, Abdul Bari Mengal (32) kini mengikuti jejak ayahnya bekerja sebagai pengemudi truk untuk mencari nafkah.

Abdul Majeed dan putra tertuanya adalah sumber penghasilan bagi keluarga "super besar" itu dan upah yang mereka peroleh digunakan untuk memberi makan seluruh anggota keluarga.

Keluarga besar ini tinggal di sebuah rumah berkamar tujuh dan anak-anak itu tidur terpisah dari ibu mereka.

Untuk menunjukkan rasa sayang yang adil, Abdul Majeed secara bergantian mengajak anak-anak dan ibunya saat menghadiri acara-acara keluarga.

Meski hidup keluarga ini terkadang diwarnai kesulitan ekonomi, Abdul Majeed yakin keluarganya hidup bahagia.

"Kami bisa makan setiap hari, dan setiap kali makan tersedia setidaknya 100 roti. Ini memang kehidupan kami, dan kami akan menjalaninya," ujar Abdul Majeed.

"Harga pakaian mahal, jadi kami membeli pakaian hanya untuk anak-anak dan menjahit sendiri pakaian untuk kami," ujar dia.
Namun, Abdul Majeed mengakui, sepuluh anaknya yang paling muda tak bersekolah karena dia tak memiliki biaya.

"Saya bekerja agar anak-anak mendapatkan pendidikan. Namun, anak-anak saya yang tertua belum mendapatkan pekerjaan," tambah dia.

"Mereka sudah lulus sekolah tetapi belum dapat pekerjaan. Sehingga pendidikan yang mereka peroleh sia-sia. Saya hanya bisa berdoa agar mereka segera bekerja," kata Abdul Majeed.

Meski kesulitan sementara usianya terus bertambah, Abdul Majeed menolak menerima bantuan keuangan.

"Entah bagaiamana caranya, kami pasti bisa mengatasi membesarkan anak-anak kami," Abdul Majeed menegaskan.

Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer