3 Hal Penting yang Disampaikan Habib Rizieq Kepada Petinggi PKS saat Jumpa di Mekah

JAKARTA - Rombongan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan bertemu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, saat melakukan umrah di Mekah.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menjelaskan, pertemuan itu terjadi saat rombongan sedang melaksanakan umrah. "Pertemuan itu silaturahmi karena kami sama-sama lagi umrah menjelang kami tawaf wada. Saat hendak bersiap kembali ke Tanah Air kami bertemu Habib Rizieq, akhirnya sekalian silaturahmi," kata Jazuli, Jumat (16/6).
Dia menjelaskan, kebetulan rombongan petinggi PKS menginap di hotel yang satu area dengan penginapan Rizieq. "Ketua Majelis Syuro PKS (Salim Segaf Al Jufri) dan Habib Rizieq ini sama-sama habib dan keturunan rasulullah. Masa bertemu di Tanah Suci tidak saling silaturahmi?" kata Jazuli.

Karena itu, anggota Komisi I DPR ini menyatakan dalam pertemuan itu tidak ada pembicaraan lain kecuali soal-soal keumatan dan kebangsaan yang menjadi konsen bersama.

Misalnya tentang bagaimana menjaga NKRI, persatuan dan kesatuan bangsa, pentingnya menampilkan Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. "Karena Islam itu indah maka kita harus tampilkan dengan cara yang indah," tegasnya.

Jazuli menambahkan, tidak dipungkiri bahwa Rizieq juga sempat menyampaikan aspirasi kepada PKS sebagai partai umat dan wakil rakyat. Di antaranya, pertama agar supremasi hukum di Indonesia ditegakkan secara adil, objektif dan konsisten. Kedua, agar waspada terhadap gerakan komunis dan bangkitnya PKI. Ketiga, Habib Rizieq menyampaikan bahwa dirinya dalam keadaan sehat walafiat dan selalu semangat dan tegar.

Soal polemik kepulangan Habib Rizieq dikaitkan dengan kasus hukum yang sedang dilidik oleh aparat, Jazuli mengatakan, menyerahkan kepada yang bersangkutan.

"Habib Rizieq pulang tentu sepenuhnya hak beliau. Selama beliau dapat izin tinggal tentu tidak ada yang bisa memaksa beliau untuk keluar dari Saudi," ungkapnya.

Dia mengatakan, mungkin saja Habib Rizieq siap-siap pulang tapi tiketnya pakai maskapai milik Qatar. "Nah, sekarang Qatar kan tidak boleh masuk ke Arab Saudi jadi tertunda deh," tambahnya.

Meski begitu, Jazuli memahami jika Habib Rizieq harus dipulangkan itu sepenuhnya kewenangan aparat. Dia yakin aparat tahu betul di mana Rizieq tinggal melalui informasi kedutaan dan inteljen dan juga paham efek serta eksesnya yang paling maslahat untuk ketenteraman kehidupan berbangsa dan bernegara.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer