Difitnah, Ditinggal Istri, Sampai Dipenjara, Pria Ini Justru Alami Hal Mengejutkan di Penjara

Ada pepatah yang menyebut jika hidup itu seperti sebuah roda.
Selalu berputar tanpa henti dan selalu berjalan layaknya kehidupan.
Kadang satu sisi berada di atas, namun beberapa saat kemudian bisa berada di bawah.
Sama seperti hidup, kadang ada enaknya, kadang pula ada susahnya.
Kita tak pernah tahu apa yang akan kita hadapi dalam hidup kita.
Meski begitu, tetap bersikap optimis dan positif dalam menjalani hidup bisa menjadi salah satu senjata ampuh setiap kali kita di rundung masalah saat berada di bawah.
Selalu ingatlah bahwa setiap masalah yang datang dalam hidup kita akan selalu membawa makna positif di dalamnya.
Hal serupa dituangkan dalam sebuah kisah inspiratif berikut ini, seperti dilansir dari lifeblog.id.
http://2.bp.blogspot.com/-V2FkxpIRPA8/Uk0TmxQzF1I/AAAAAAAAAWA/MhmRx2A4Ez0/s1600/090459-stress.jpg
Dikisahkah seornag pria yang selalu bersikap baik dalam hidupnya dan tak pernah lupa untuk selalu bersikap baik pada semua orang di sekitarnya.
Namun namanya juga hidup, ada saja hambatan yang menghalang.
Kehidupan bahagia yang dulu dirasakannya perlahan sirna hingga membuat pria ini menemui ending yang tak pernah ia duga.
Semoga anda bisa mengambil nilai positif dari kisah berikut ini :
***
Badrun membawa piringnya, seperti biasa, mengantri setiap pagi untuk sarapan pagi.
Wajahnya selalu tersenyum pada setiap orang.
Walaupun dia masih muda, nampak kerut-kerut di wajahnya yang membuat dia kelihatan lebih tua dari umurnya.
Karena kasus manipulasi, Badrun harus mendekam di penjara.
Hukum memang tak kenal belas kasihan.
Orang yang mengenal Badrun dari dekat pasti tak tega, kenapa orang sebaik dia harus masuk penjara.
Sebelum masuk penjara ini, dia adalah akuntan sebuah perusahaan besar.
Dari gajinya bekerja, dia dapat menghidupi anak dan istrinya, mempunyai rumah dan kendaraan.
Dia juga punya sebidang tanah untuk sekedar berkebun, warisan orangtuanya.
http://ciricara.com/wp-content/uploads/2014/01/07/Sukses.jpg
Hidupnya betul-betul bahagia.
Sampai akhirnya, suatu tragedi terjadi padanya. 
Urusannya hanya sepele.

Pada mulanya, sebagai seorang karyawan dengan posisi tinggi di sebuah perusahaan, sedikit banyak pasti menimbulkan kecemburuan antara sesama rekan kerjanya.
Adalah Santi, seorang sekretaris bos, wanita pintar tapi liar yang membuat gara-gara.
Sudah lama dia memendam rasa iri pada Badrun.
Karena posisinya, sebagai sekeretaris direktur, ternyata tak bisa sekedar memanipulasi uang belanja perusahaan.
Sebab setiap kali dia membujuk Badrun, tak bisa juga ia dapat, walaupun satu sen.
Badrun memang tak bisa sembarangan mengeluarkan uang, sebelum disetujui atasan.
Sebagai wanita pintar, Santi tahu kelemahan lelaki, dan mengetahui pula kelebihannya sebagai wanita. 
Disebarkannya gosip ke seluruh karyawan kalau dia menjalin hubungan dengan Badrun.

Dan dengan aktingnya yang meyakinkan, ia berhasil mengelabui seluruh karyawan dan mengaku kalau dia sudah betul-betul dekat dengan Badrun.
Dengan berbagai bujuk rayu dan kata yang manis pada staff bawahan Badrun pula, dia berhasil mempunyai akses ke bagian keuangan, bagian yang dikepalai Badrun.
Badrun tak suka dengan sifat Santi, tapi dia juga tak bisa bersikap kasar, apalagi Santi adalah sekretaris bosnya.
Dengan halus ditegurnya sikap Santi tersebut, tapi Santi memang sudah nekat.
Entah bagaimana, tiba-tiba saja uang sebesar lebih dari 1 milyar milik perusahaannya tak diketahui keberadaannya.
https://cdn2.konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2015/10/doa-dari-fitnah.jpg
Tak ada kwitansi, tak ada nota, tak ada barang hasil pembelian dan sebagainya.
Badrun yakin ini ulah Santi, tapi dia tak bisa membuktikannya.
Seluruh transaksi keluar dan masuk uang selalu memakai nama dia.
Akhirnya vonis hukum pun menimpanya.
Ia didakwa menggelapkan uang perusahaan.
Bukan itu saja, ternyata gosip yang disebarkan Santi sudah sampai ke rumah-tangga Badrun.
Istri Badrun dibakar cemburu hingga akhirnya nekat pergi dari rumah bersama anak kesayangannya.
Ketika sidang pun istrinya tak datang, apalagi selama dia dipenjara.
Kawan-kawan dan tetangganya juga menjaga jarak.
Mereka tak menyangka, ternyata orang pendiam dan baik itu, bisa berbuat kriminal.
Padahal tak terhitung kebaikan-kebaikan selama ini yang ia berikan pada tetangga dan teman-temannya.
Seluruh harta bendanya, termasuk kebun warisan orangtuanya dirampas untuk mengganti seluruh kerugian perusahaan.
Bahkan di dalam penjara, Badrun selalu menerima perlakuan-perlakuan yang tidak adil dari sesama penghuni penjara.
Sering dia tidak kebagian jatah makanan.
Uang kerajinan hasil membuat ukiran miliknya dipalak dan.
Tapi itu tak menyurutkannya untuk selalu tersenyum dan menyapa setiap orang serta berbuat baik.
Suatu malam, di dalam mushalla penjara, aku mengobrol dengannya.
http://punkmuslim.org/wp-content/uploads/2017/03/para-tahanan-muslim-melaksanakan-shalat-berjamaah-di-kamp-iv-_140710143822-497-660x330.jpg
Bertanya penuh ingin tahu, akan sikapnya selama ini.
Kenapa dia tak mau melawan ketika dipukul seorang penghuni yang sok jagoan ?
Kenapa dia diam saja ketika jatah makanannya direbut ?
Kenapa dia tak membalas dendam atas segala sikap tidak adil yang diterimanya selama ini, baik sebelum atau sesudah dia dipenjara.
Maka, kucatat segala perkataannya, yang tak akan pernah kulupakan seumur hidupku:
“Manusia sering kali bertindak tak masuk akal dan egois.
Bagaimanapun juga, maafkanlah mereka.
Kalau kamu berbuat baik, orang-orang akan menyangka kamu punya motivasi di balik perbuatan baikmu itu. 

Bagaimanapun juga, teruskanlah berbuat baik.

Kalau kamu sedang mengalami suatu perkara, kamu mungkin akan menemui kawan yang palsu, dan lawan yang sesungguhnya.
Terus jalani urusan itu.
Kalau kamu jujur dan terus-terang, orang akan mengira kamu sedang berbuat curang.
Bagaimanapun juga, tetaplah berlaku jujur.
Apa yang kamu bangun selama bertahun-tahun bisa saja dihancurkan oleh seseorang dalam waktu satu malam. 

Tapi, tetaplah membangun bangunan itu.

Kalau kamu berada dalam kedamaian dan kebahagiaan, orang-orang pasti iri dan cemburu; tetaplah kamu bahagia dan tersenyum dalam kedamaianmu.
http://bersamadakwah.net/wp-content/uploads/2014/12/muslim-menangis-ilustrasi.jpg
Perbuatan baik yang hari ini kamu lakukan, bisa jadi dilupakan oleh orang esok hari; bagaimanapun juga, tetaplah berbuat baik.
Berilah dunia ini yang paling bagus yang kau miliki, dan itu belum tentu cukup; tapi, bagaimanapun juga, tetaplah memberi.
Kamu lihat, pada akhirnya, ini adalah urusan antara kamu dan Tuhan”.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer