Ajaib! Wanita Ini Dinyatakan Meninggal 2 Jam Sebelum Melahirkan, Pilu Lihat Nasib Bayinya Begini

Kisah haru ini datang dari seorang bayi mungil bernama Aya Janny lahir di lantai 3 sebuah Rumah Sakit, berat

badannya hanya 950gram, ia lahir prematur 13 minggu lebih awal. Matanya yang bulat mengamat-amati sekelilingnya. Ibunya,
Janny, telah meninggal 2 hari sebelumnya.

Kerinduan terbesar sang istri adalah untuk menjadi seorang ibu. Itulah sebabnya sang suami memohon dengan sangat kepada

pihak rumah sakit untuk menyelamatkan bayi dalam kandungan. Ia tidak peduli berapa harga yang harus dia bayar, asalkan

dapat mewujudkan kerinduan istrinya yang telah mati otaknya. Dokter berjuang sekuat tenaga untuk menjaga jantung Janny

tetap berdetak, kemudian menyuntikkan steroid dalam jumlah yang sangat besar.

48 jam yang sangat berat dan penuh perjuangan. Janny tidak dapat mendengar apa-apa, ia pun tak dapat bersuara, tak dapat

bergerak, namun wajahnya nampak seperti biasa, napasnya teratur, jantung tetap berdetak. Dua hari kemudian proses

kelahiran berlangsung lancar, ketika dokter menyatakan bahwa sang bayi berada pada kondisi yang sangat baik dan sehat,

tiba-tiba jantung Janny berhenti berdetak, tubuhnya yang awalnya hangat tiba-tiba berubah menjadi kaku dan dingin.

Janny yang berusia 41 tahun menikahi suami yang berusia 29 tahun. Saat itu pria yang lebih muda 12 tahun usia daripadanya

ini berkata "Menikahlah denganku, lahirkanlah anak-anak bagiku!"

Setelah menikah, sesuai dengan isi hati mereka, Janny pun lahir. Ia melewati masa-masa kehamilannya dengan sukacita,

teman-teman di sekelilingnya berkata "Ia sepanjang hari bergembira. Menjadi seorang ibu baginya adalah segala-galanya.

Dalam masa-masa penantian ini, membayangkan hari-hari yang ia lewati bersama anaknya menjadi kesukaan yang besar baginya."

Dokter meletakkan bayi perempuan mungil itu ke atas dada Janny, sebagai tanda perpisahan di antara mereka. Sang suami

mencium Janny, menghiburnya berkata , "Tidurlah sayangku. Aya pasti tahu, ibunya adalah ibu yang sangat tegar dan cantik.

Karena kecantikan dan ketegarannya itulah, ibu tidak pernah meninggalkan kita."


Pemakaman Janny dihadiri oleh 300 orang lebih, ia dihantar dengan tangis dan air mata. Mengapa baru saja ia menjadi seorang

ibu, namun ia harus demikian cepatnya pergi? "Apabila dalam hidupku, aku dapat memiliki kesempatan menjadi seorang ibu,

maka janganlah tangisi kepergianku. Karena seorang wanita yang dapat menjadi ibu akan selamanya hidup di dalam senyum

tawa anak-anaknya." Inilah kalimat terakhir yang diucapkan oleh Janny. Suaminya mengukir kata-kata ini pada batu nisannya.

Janny, seorang ibu yang melahirkan mujizat, ia selamanya tidak pernah meninggalkan dunia ini. 




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer