Ari-ari Cucu Ratna Sarumpaet Tidak Dipotong, Ini Fakta Lotus Birth

Pasangan artis Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto, Jumat (23/6/2017) dikarunai bayi perempuan. Namun, dari foto yang terlihat di Instagram Rio Dewanto, ari-ari dari cucu aktivis Ratna Sarumpaet ini, terlihat tidak dipotong. Tren persalinan, yang dikenal dengan nama lotus birth ini semakin banyak dilakukan oleh masyarakat.

Pemotongan tali pusat biasanya dilakukan setelah bayi lahir, dan pada saat plasenta masih ada di dalam tubuh ibu. Pada lotus birth, tali pusat bayi tidak dipotong sehingga tetap menempel pada plasenta atau ari-ari. Proses pemisahan antara tali pusat dan plasenta ditunggu secara alami setelah beberapa hari kemudian.
Biasanya, pemisahan alami terjadi tiga hingga 10 hari, tergantung dari kelembaban udara. Sejauh ini belum memiliki bukti ilmiah yang diakui secara medis. Meski demikian, beberapa penelitian menemukan kemungkinan manfaat penundaan pemotongan tali pusat selama beberapa saat. Yang perlu ditekankan, hal ini berbeda dengan praktik lotus birth yang membiarkan tali pusat berhari-hari hingga putus secara alami.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengeluarkan rekomendasi untuk penundaan pemutusan tali pusat, yaitu sekitar 1-3 menit setelah bayi lahir. Justru tidak disarankan untuk pemotongan tali pusat yang terlalu awal, yaitu kurang dari 1 menit setelah bayi lahir, kecuali untuk kondisi-kondisi darurat tertentu

Berdasarkan beberapa pengujian pada bayi lahir tepat waktu dan bayi prematur, terdapat beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penundaan pemotongan tali pusat. Bayi tersebut akan menerima pasokan darah dari plasenta yang masih terhubung. Pasokan darah tambahan terhitung sekitar 30 persen lebih banyak, jika dibandingkan dengan bayi yang tali pusatnya langsung dipotong.

Mary Ceallaigh, seorang bidan, dikutip dari laman The Huffington Post, Senin (26/6/2017) mengatakan membiarkan tali pusat menempel pada bayi lebih lama adalah pilihan yang sehat dan dapat mengurangi infeksi.

"Ini memungkinkan perpindahan darah plasenta atau ari-ari ke bayi pada saat bayi membutuhkan makanan. Tidak mengganggu volume darah bayi saat itu dan membantu mencegah penyakit di masa depan," urainya.

Namun, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Universitas Colombia, Hilda Hutcherson, mengatakan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan membiarkan tali pusar tetap menempel akan memberi kesehatan bagi bayi.

"Telah ada penelitian dalam beberapa tahun terakhir yang menemukan bahwa ketika dokter menunda memutuskan tali pusat selama tiga menit, bayi tersebut mendapat kadar zat besi yang lebih tinggi untuk mencegah anemia. Namun di luar dari kerangka waktu itu, membiarkan tali pusat menempel pada bayi, tidak berfungsi. Karena itu tidak lagi memberi nutrisi pada bayi," jelasnya.

Hasil riset yang dilakukan oleh peneliti di University of South Florida pada 2010 menemukan bahwa tidak memotong tali pusat untuk waktu yang singkat setelah kelahiran, bermanfaat terutama untuk bayi prematur. Royal College of Obstetricians and Gynecologists (RCOG) mengeluarkan sebuah pernyataan untuk menguraikan beberapa masalah di 2008, setelah sejumlah kecil wanita di Inggris mulai melakukan metode kelahiran lotus birth.

"Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama setelah kelahiran, ada risiko infeksi pada plasenta yang dapat menyebar ke bayi. Plasenta sangat rentan terhadap infeksi karena mengandung darah. Pada tahap pasca melahirkan, plasenta tidak memiliki sirkulasi dan pada dasarnya adalah jaringan mati," kata Patrick O'Brien, juru bicara RCOG.

Sementara dokter Australia, Sarah Buckley, menganjurkan wanita untuk melakukan lotus birth seperti pada era 70-an. Metode ini menyebar di Amerika Serikat melalui advokasi Jeannine Parvati Baker, seorang bidan dan master yoga. Sementara laman Alo Dokter mengatakan, lotus birth selain memiliki manfaat yakni kemungkinan memiliki sel darah merah yang lebih tinggi pada 1-2 hari pertama, serta tingkat zat besi yang lebih tinggi hingga usia 6 bulan, tapi terdapat juga risiko yang harus dipertimbangkan.

Pertama rentan infeksi. Plasenta yang mengandung darah rentan terjangkit infeksi, yang dapat langsung ditularkan pada bayi. Sesaat setelah bayi lahir dan tali pusat berhenti berdenyut, plasenta tak ubahnya sebagai jaringan mati karena sudah tak memiliki sirkulasi darah. Jika orang tua memutuskan untuk melakukan lotus birth, maka direkomendasikan untuk memantau secara hati-hati mengenai kemungkinan terjadinya infeksi.

Kedua, bayi kuning. Penundaan pemotongan tali pusat meningkatkan risiko bayi mengalami kelebihan bilirubin atau mengalami jaundice yang membuat bayi tampak berwarna kuning. Hal itu disebabkan pasokan darah ekstra yang diperoleh dari tali pusat. Bayi yang dilahirkan dengan metode ini, kemungkinan akan membutuhkan waktu lebih panjang untuk proses penyembuhan.




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer