Coba Bunuh Diri, Wanita Ini Iris Lehernya dengan Pisau, Tiba-tiba Terjadi Hal Tak Terduga

Melakukan bunuh diri tidak pernah menjadi solusi atas masalah kehidupan anda.

Tidak peduli betapapun mereka melakukannya tanpa ketahuan orang lain.
Anda mungkin berpikir bahwa sangat mudah untuk melakukan bunuh diri.

Namun kenyataannya membuat dan melaksanakan keputusan untuk bunuh diri sebenarnya sangat sulit.

Jadi, jangan pernah mencobanya.

Seperti kisah wanita muda dari Bintulu, Sarawak, Malaysia ini harus mendapat pelajaran.

Menurut Oriental Daily dari worldofbuzz, gadis berusia 23 tahun itu ingin bunuh diri.

Namun menyerah di tengah jalan saat melakukan tindakan tersebut.

Rupanya, dia memutuskan untuk mengambil nyawanya sendiri di depan sebuah perpustakaan.

Itu dilakukannya sekitar pukul 2 pagi namun gagal dalam usahanya.

Inilah alasan mengapa dia gagal: dia memutuskan untuk mengiris lehernya dengan pisau.

Tapi karena rasa sakit yang luar biasa yang tidak dapat dia hadapi, dia harus berhenti di tengah jalan.

Dia kemudian memanggil polisi dan meminta bantuan.

Hanya memikirkannya saja, saya sudah bisa merasakan sakitnya!

Setelah menerima teleponnya, polisi segera bergegas menolongnya dan mengirimnya ke rumah sakit untuk perawatan.

Dilaporkan bahwa dia saat ini masih berada di rumah sakit dan akan tinggal di sana untuk observasi.

Sementara itu, polisi mengatakan bahwa mereka masih belum jelas alasannya untuk melakukan bunuh diri dan saat ini sedang melakukan penyelidikan.

Gadis Ini Jadi Juara 2 di Kelas, Ia Malah Bunuh Diri, Hanya Karena 1 Kalimat Ini dari Ayahnya

TRIBUNSUMSEL.COM-Selepas sekolah, murid-murid di Taiwan biasa tidak akan pulang ke rumah.

Mereka biasanya makan dan istirahat.

Setelah pulang sekolah, kebanyakan dari mereka akan pergi mengikuti pelajaran tambahan hingga pukul 9 atau 10 malam.

MRT akan penuh dengan murid-murid berseragam di jam-jam segitu.

Ada yang bilang, tekanan untuk naik kelas itu sangat besar.

Hal itu membuat murid di Taiwan hanya menjadi mesin ujian.

Banyak orang tua yang tidak tahu, tuntutan yang terlalu berlebihan ini membuat mereka tidak menikmati hidup.

Dilansir dari Buzzhand, ada seorang netizen Malaysia, bernama Muhammad.

Ia berkenalan dengan seorang ibu, saat mendengar cerita anak ceweknya yang berumur 15 tahun.

Muhammad langsung menangis.

Ibu ini adalah seorang yang berpendidikan tinggi.

Ia dan suaminya sangat dihormati oleh lingkungannya.

Namun beberapa waktu lalu, dia melihat sendiri anak perempuannya gantung diri.

Saat anaknya berumur 4 tahun, kemampuan membacanya sudah lebih jago daripada anak seumurannya.

Dari kecil sampai besar, ayahnya selalu mendidiknya dengan ketat.

Harus selalu belajar, dari dulu nilainya tidak pernah mengecewakan orang tuanya.

Dia mengorbankan waktu bermain dia, waktu bersama temannya, dan tak hentinya belajar dengan giat.

Suatu malam, sehari sebelum hasil ujian diumumkan, anak gadis ini bertanya pada ayahnya,

"kalau suatu saat aku bukan lagi anak yang pintar, tidak juara 1, papa akan bagaimana?",

ayahnya dengan tenang menjawab, "ya, kamu bukan anak papa lagi!" 

Keesokan harinya, anak ini pergi ke kamar, lalu mengeluarkan suara teriakan yang sangat keras, orang tua terkejut dan langsung mengetok pintu kamarnya.

Karena tak dibuka, akhirnya pintu pun didobrak, saat melihat ke dalam.

Hanya bisa melihat leher anaknya yang sudah tergantung, dia sudah tak bernafas.

Semua ini, hanya karena hasil ujian dia "juara 2"!

Ternyata baru diketahui, hubungan dia dan ayahnya sangat dingin.

Anaknya sering berusaha untuk menghangatkan hubungan mereka, namun tidak pernah berhasil!

Ibunya berkata, "pernah suatu kali, saat ulang tahun ayahnya, ia membuatkan kue dengan tangannya sendiri.

Namun ayahnya malah memarahinya dan menyuruh dia untuk jangan memboroskan uang, dan pergi belajar!"

Yang lebih parah lagi, anaknya pernah bangun sangat pagi, sengaja menyiapkan sarapan untuk keluarga.

Namun ayahnya malah berkata, "kamu mau jadi pembantu?". Ini benar-benar menyakitkan hatinya.

Muhammad membagikan ceritanya ini ke sosial media, berharap agar kejadian tragis ini tidak lagi terjadi pada keluarga lainnya!

Sekolah, meski nilai itu penting, namun bersosialisasi, berteman dan masa-masa muda itu tidak dapat terulang!




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer