Kunjungi Sarang PSK, Pebasket ini Alami Sesuatu yang Mengubah Hidupnya

Kunjungan terakhir pemain NBA, Jeremy Lin, ke salah satu area lokalilasi di Thailand telah membuka matanya tentang realita kejam perdagangan manusia.

Melansir Nextshark, Jeremy Lin berjalan-jalan ke destinasi dewasa populer bersama pastor Eugene Cho.
Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri industri yang mengeksploitasi ribuan pekerja seks di bawah umur tiap harinya.

Ia mengungkapkan bagaimana perjalanan tersebut telah mengubah pola pikirnya dalam hal yang baik.

Pastor Cho mengunggah foto dirinya sendiri bersama Lin berjalan-jalan di area tersebut di akun Instagram-nya.

Sementara itu, Lin mengatakan lewat Twitter-nya bahwa perjalanannya tersebut telah mengubah perspektifnya selamanya.

Dalam wawancara dengan Gospel Herald, Cho mengungkapkan bawah mereka melihat tentang tantangan dan kesulitan yang dialami para pekerja seks di daerah-daerah di Thailand.

"Aku telah ke sini beberapa kali sebelumnya, tapi masih terasa berat dan menyakitkan," ungkap sang pastor.

Ia juga menambahkan, "Banyak para pekerja seks berasal dari area pedesaan, suku perbukitan, dan pendatang dari negara tetangga."

Selain itu, Jeremy Lin baru saja bekerja sama dengan dua badan amal yang berbasis di Asia, yaitu One Day’s Wages dan Hug Project.

One Day’s Wages didedikasikan untuk meningkatkan kepedulian pada pendidikan perempuan.

Hug Project bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak dari perdagangan manusia.

Kemamuan Lin untuk membuat perubahan meskipun memiliki jadwal yang padat telah membuat pastor Cho terkesan.

"Kami berbicara tentang berjalan-jalan bersama dengan tim Lin, Brooklyn Nets, tapi aku meragukan mereka akan mengikuti jejak kami," ungkap Cho.

"Bukan karena mereka tidak berhati baik, tapi jadwal mereka sangat padat dan harus latihan secara rutin."

Setelah perjalanan tersebut, Lin juga mendonasikan uangnya hasil pertandingan awal tahun ini untuk One Day’s Wages dan berkomitmen akan melakukannya lagi.

Instagram
Instagram
Instagram (Instagram)

Lin berkata:

"Jutaan perempuan di seluruh dunia tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Hal ini dikarenakan biaya sekolah yang mahal, pernikahan dini paksa, kurangnya produk kebersihan ketika masuk masa puber dan banyak tantangan-tantangan lain.

Harapanku adalah untuk memberikan secercah harapan pada permasalahan ini, dan berharap orang-orang mau mengikuti jejakku."




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer