Mampukah Anies-Sandi Merangkul Hati-Hati yang Terluka

Wakil gubernur terpilih DKI Sandiaga Uno menuturkan bahwa ia mendapatkan pesan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memanfaatkan momen Ramadan guna turun ke masyarakat dan menjalin silaturahmi, terutama dengan pimpinan-pimpinan, baik dari parpol maupun timses pihak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sehingga terjadi persatuan.

Penetapan pemenang pilkada DKI Jakarta ternyata memang tidak serta merta menghilangkan pertentangan di masyarakat yang seolah terbelah saat pilkada berlangsung. Kuatnya isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dengan segala macam bentuknya selama kampanye telah menyebabkan rakyat tidak mudah melupakan perbedaan dan segera menyatu kembali,
Selama masa kampanye, isu SARA memang seolah-olah telah sah dan legal untuk digunakan. Beragam bentuk kampanye bernuansa SARA begitu marak yang, sayangnya, tidak memperoleh teguran dari penyelenggara maupun pengawas pilkada, padahal praktik itu jelas-jelas melanggar ketentuan perundangan yang berlaku.

Demikian pula tempat-tempat ibadah secara terbuka marak dijadikan ajang kampanye dan penyebaran ujaran-ujaran kebencian kepada pasangan calon yang tidak didukungnya. Menanggapi fenoma ini pun tidak ada imbauan, apatah lagi tindakan, baik dari lembaga resmi kepemiluan maupun organisasi-organisasi yang menaungi tempat-tempat ibadah itu.

Perasaan luka yang dirasakan amat dalam setelah pelaksanaan kampanye yang beberapa tokoh menyebutnya sangat jorok itu semakin diperparah dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang akhirnya dijatuhi vonis dua tahun penjara karena dianggap menodai agama Islam. Tidak saja merasa telah dikalahkan dengan jalan yang tidak ksatria, mereka juga merasa tidak memperoleh keadilan.

Beragam cara pun kemudian dilakukan guna menunjukkan perasaan terluka mereka. Salah satu yang sangat fenomenal adalah pengiriman beragam karangan bunga papan ke Balaikota Jakarta. Karena jumlahnya mencapai ribuan, sebagian kemudian terpaksa harus dipajang di halaman Monas dan sepanjang jalan Medan Merdeka Selatan, karena tak memungkinkan menampung seluruhnya di halaman Balai Kota.

Selain karangan bunga papan, para pendukung dan simpatisan Ahok meluapkan perasaannya dengan menyalakan lilin, balon, dan menyanyikan lagu-lagu nasional di halaman Balai Kota. Fenomena karangan bunga papan dan penyalaan lilin ini bahkan tidak hanya berlangsung di ibukota, namun juga dilakukan di beberapa kota besar lainnya di Tanah Air. Beragam kelompok masyarakat di berbagai daerah bahkan juga mendorong Ahok untuk menjadi gubernur di daerahnya.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer