Sedih, Status Facebook Terakhir Siti Jadi Pertanda Sebelum Ditembak Mati Sang Suami

 - Firasat kadang datang tak diduga sebelum peristiwa terjadi, baik itu buruk maupun baik.

Banyak firasat yang terjadi bahkan sesaat sebelum kejadian itu terjadi.
Satu yang mengharukan adalah saat kejadian itu sesuatu yang tragis.

Inilah yang terjadi pada seorang wanita asal Sarawak, Malaysia ini.

Ia masih hamil saat ditembak suaminya sendiri dan ini firasatnya sebelum tragedi itu terjadi.

Polisi berhasil menahan seorang pria yang juga anggota polisi di depan sebuah supermarket di Matang Jaya, Malaysia, (21/5/2017).

Ia melarikan diri setelah menembak mati istrinya yang hamil dua bulan.

Tersangka berusia lewat 30-an yang juga Inspektur Polisi, Kepala Bagian Manajemen Markas Polisi Daerah Belaga itu ditahan jam 9.35 malam.

Oleh polisi yang menjalankan operasi mendeteksi tersangka.

Polisi juga menyita sepucuk pistol bersama peluru yang digunakan tersangka dalam kejadian itu.

Tersangka kemudian dibawa ke Markas Polisi Serian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dalam kejadian jam 3.15 petang, korban, Siti Nadirah Abdullah, 33, ditemukan tewas ditembak tersangka di rumah keluarga korban di Kampung Kakai, Serian.

Penyelidikan awal menemukan, tersangka memasuki kamar tidur korban dan melepaskan satu tembakan.

Sebelum melarikan diri dengan sebuah mobil jenis Proton Saga.

Ibu korban kemudian berteriak meminta pertolongan.

Tetangganya, polisi bantuan yang mendengar teriakan ibu korban segera bergegas ke rumah tersebut dan menemukan korban telah mati.

Lapor Berita Harian, korban menikah dengan tersangka di Belaga tahun lalu, namun masih belum dikaruniai anak.

Pernikahan itu adalah pernikahan kedua korban dan juga memiliki dua anak hasil pernikahan terdahulu.

Setelah menikah, korban tidak bekerja dan pernah mengunggah status di Facebooknya,

"Bergembiralah, Anda tidak tahu berapa lama lagi waktu yang tersisa."

Komisaris Polisi Sarawak, Datuk Mazlan Mansur mengatakan, pihaknya kini sedang mengidentifikasi apa motif sebenarnya pejabat bersangkutan membunuh istrinya.

"Fokus penyelidikan difokuskan pada masalah pribadi antara korban dan tersangka," katanya. (thereporter)

Padahal Mau Menikah Asworo Tega Bunuh Calon Pengantinnya, Saat Ditangkap Ternyata Ada Wanita Lain

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Pelarian Azz Martinus alis Asworo, terduga pembunuh calon istrinya, Chatarina Wiedyawati alias Wiwid (30), berakhir sudah.

Asworo ditangkap Tim Rimau Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel di kosan belakang Mall Kartini Lampung, Senin (12/6).

Asworo ditangkap saat sedang bersama seorang perempuan diduga pacar barunya di dalam kamar kos.

Penangkapan dilakukan Tim Rimau Polda Sumsel pimpinan Kasubdit 3 AKBP Erwin bersama Kanit I Kompol Antoni Adhi setelah melakukan penyelidikan dan kerja sama dengan Polda Lampung.

Asworo dicari-cari sejak 11 Mei penemuan mayat Wiwid.

Penangkapan Asworo pembunuh calon pengantinnya sendiri Chatarina Wiedyawati

Penangkapan Asworo pembunuh calon pengantinnya sendiri Chatarina Wiedyawati (Kolase Tribunsumsel.com)

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto dikonfirmasi terkait tertangkapnya Asworo mengatakan, kasus pembunuhan terhadap Wiwid termasuk kategori sadis dan harus menjadi perhatian.

"Seminggu dua kali, saya langsung memimpin rapat untuk mengarahkan anggota agar kasus ini dapat cepat terungkap. Sampai-sampai saya perintahkan, kalau belum tertangkap anggota jangan pulang," tegas Agung.

Tim Rimau yang menangkap Asworo langsung membawanya ke Palembang untuk diinterogasi lebih lanjut.

"Ok, besok diekspos," pungkas Agung.

Untuk diketahui, Asworo merupakan calon pengantin pria Chatarina Wiedyawati.

Wanita yang tewas dibunuhnya.

Sebelum dibunuh, keduanya berencana ke Yogyakarta untuk melakukan foto prewedding

Namun bukannya ke Yogyakarta, Martinus malah membunuh dan membuang jenazah Wiwid ke semak belukar di Jalan Sukabangun.

Wiwid sendiri dimakamkan di Yogyakarta bersama gaun pengantin yang telah ia persiapkan untuk prewedding.

Sosok Pendiam

Asworo Martinus (33) pacar dari almarhum Chatarina Wiedyawati adalah sosok pendiam serta selalu menutup diri.

Laki-laki yang dikenal dengan nama Azz Martinus di Facebooknya ini bekerja di Koperasi SMA Xaverius 1, Jalan Bangau No 60, Palembang. Ia tinggal di mess bersama teman.

Lokasi mess di belakang SMA Xaverius 1 Palembang, jaraknya bisa dijangkau dengan jalan kaki hingga 100 meter.

Menurut Eko teman satu mess Asworo mengatakan, Asworo ini memang pendiam dan berbicara hanya seperlunya saja.

"Tapi kalau ditanya pasti baru mau berbicara," kata Eko kepada Tribunsumsel.com, beberapa waktu lalu

Sebelumnya Asworo tidak ada masalah, terdengar kabar pacarnya meninggal sontak kaget ia juga tidak ada kabar.

"Saya kenal sama dia sudah tiga tahun, ketemunya juga di tempat mess ini," ujar pemuda asal Lampung ini.

Dalam kesehariannya Asworo jarang berkomunikasi, karena setiap pukul 07.00 ke sekolah pulang pukul 03.00 sedangkan dirinya (Eko) masuk siang jadi tidak bertemu.

"Malam juga tidak pasti ketemu, kadang saya keluar karena ada kesibukan sendiri," tuturnya.

"Walaupun bertemu kami hanya berbicara seadanya saja, saya pernah tanya kalau ada masalah cerita. Lalu ia jawab tidak ada santai saja," ceritanya.

Ia menjelaskan, Asworo itu orangnya selalu serius tidak suka diajak bercanda atau lucu-lucuan dan di mess ini hanya berdua saja.




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer