Tertibkan Kolong Tol Kalijodo, Aparat Temukan Ceceran Kondom hingga Golok!

Sekitar 1600 personel gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri menertibkan ratusan bangunan liar di kolong Tol Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (14/6/2017) pagi.

Mengutip dari Warta Kota, menurut Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Dwiyono, aparat gabungan dalam penertiban ini mendukung penuh penataan di kolong Tol Kalijodo demi menghilangkan penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras (miras), prostitusi, hingga ke jaringan narkoba.
Melansir dari Warta Kota, ratusan bangunan liar (bangli) di kolong Tol Kalijodo oun sudah ditertibkan aparat.

Penertiban bangunan yang dijadikan tempat tinggal, penginapan murah, klub, hingga pub tersebut berlangsung lancar tanpa adanya perlawanan dari warga setempat.

Sejak pagi, aparat gabungan sudah siaga di kolong Tol Kalijodo.

Seusai apel di Jalan Kepanduan I, mereka langsung melakukan penyisiran, kemudian membongkar bangunan berbahan tripleks di lokasi.

Tak ada perlawanan dari warga, namun di lokasi penertiban terlihat warga mengemasi barang-barangnya.

Suasana di lokasi pun sepi dari aktivitas warga, lantaran banyak bangunan sebagian hancur dan ada juga yang ditinggal pergi oleh pemiliknya.

Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Pemerintah Jakarta Barat menjadi dua instansi pemerintah yang melakukan penertiban kali ini.

Wali Kota Jakarta Utara, Wahyu Hariyadi, Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, dan juga Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono pun turut hadir dalam penertiban tersebut.

"Tidak apa-apa bongkar saja," ungkap Ani (38), salah satu warga kolong Tol Kalijodo, dengan nada lesu.

Sementara, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Dwiyono meminta seluruh personel gabungan yang ikut melakukan apel, tetap mengutamakan tiga prinsip utama, yakni humanis, profesional, dan prosedural.

"Meski sebagian besar bangunan itu dijadikan oleh sekelompok oknum preman dan warga pendatang untuk praktik prostitusi maupun bar, akan tetapi ada juga masyarakat saudara kita yang benar-benar tidak mampu kehidupannya," paparnya.

Ia meminta seluruh personel mengutamakan upaya pendekatan secara manusiawi kepada warga yang masih bertahan di kolong tol itu.

Dwiyono juga meminta anggota Polwan maupun personel Satpol PP wanita di lokasi untuk melakukan upaya persuasif.

"Lakukan sesuai prosedur," perintahnya.

Melansir dari Tribunnews.com, Kombes Dwiyono membenarkan adanya praktik prostisusi yang terjadi di kolong Tol Kalijodo.

Hal ini diketahui dari penertiban yang dilakukan bersama aparat gabungan dan menemukan adanya bangunan yang dijadikan kafe di sana.

Diketahui, tempat hiburan tersebut dijadikan tempat praktik prostitusi terselubung.

Pernyataan tersebut semakin dikuatkan dengan ditemukannya sejumlah kondom saat penertiban.

"Saat ini betul ada bangunan liar yang diperuntukan untuk tempat tinggal dan ada juga penyakit masyarakat yaitu prostitusi," ujar Dwiyono di kolong Tol Kalijodo, Rabu (14/6/2017).

Bahkan sebelum penertiban dilakukan, aparat gabungan menemukan berbagai macam senjata tajam yang ada di area Tol Kalijodo tersebut.

Penemuan senjata tajam tersebut diduga dipersiapkan warga sekitar untuk melakukan perlawanan.

"Sebelum ditertibkan, ada beberapa temuan berbagai senjata tajam atau sajam yang dipersiapkan warga sekitar untuk melakukan perlawanan. Dugaan kami seperti itu. Kami sudah sita di dalam kegiatan operasi cipta kondisi dini hari tadi," ungkap Dwiyono.

Penertiban itu pun, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam berupa enam golok, lima pisau, empat linggis, sebuah anak panah, arit, enam gergaji, lima palu, dan juga dua gunting.

Polisi juga kembali menemukan sejumlah barang yang berhubungan dengan aktivitas ratusan bedeng dijadikan bar, hingga bilik asmara.

"Ada 15 botol bir, dua kondom, dua buku rekap tamu, sebuah lampu disko, dan sejumlah alat seperti penghancur es batu," kata Kapolres.

Bahkan, aparat menemukan berbagai perkakas di rumah warga di kolong Tol Kalijodo, untuk membangun bedeng.

"Baik itu tang, pengukur stainless, serta dua sendok semen, dan empat cangkul. Perlu diketahui, operasi itu sudah kita lakukan sejak dua minggu terakhir," jelas Dwiyono. 





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer