Wanita ini Dulu Sangat Kaya Raya, Setelah Peristiwa itu Terjadi Kehidupannya Jadi Seperti ini

Mungkin pepatah hidup bagai roda yang berputar sedang dirasakan oleh wanita ini.
Dahulu ia dikenal sebagai anak orang kaya.
Kakeknya adalah seorang kaya raya dan jutawan dari sebuah perusahaan tekstil.
Kekayaannya tak diragukan lagi.
Di tahun 70-an ia sudah tinggal di sebuah apartemen mewah.
Apartemennya itu sangat besar dengan 13 kamar.
Luas apartemennya itu pun sekitar 4.000 meter persegi dengan harga 10 juta USD.
Hunian mewah tersebut juga dilengkapi dengan seorang pelayan, grand piano, serta fasilitas mewah lainnya.
Wanita ini juga pernah mencicip pelajaran ballet dan persiapan sekolah intensif.
Singkat cerita, hidupnya sangat berkecukupan.
Ia pun mengejar cita-citanya dengan berkuliah dan mendapatkan sarjana dan gelar profesi dari kampus bonafide.
Perempuan bernama Marianne Friedman-Foote ini akhirnya tinggal di Boston dan menjadi perawat OB/GYN.
Hidupnya tambah sempurna karena menikahi seorang pria bernama Michael Owler yang seorang pegawai FBI.
Tak lama, ia melahirkan seorang anak perempuan bernama Giselle.
Namun hidupnya sudah menunjukkan tanda-tanda tak baik.
Suaminya dipindahtugaskan ke New York, dan ia memilih untuk kembali ke Upper East Side, daerah masa kecilnya dulu menjadi anak orang kaya.
Segera setelah itu, ia bercerai dengan suami yang mengambil Gisele darinya.
Ia pun tinggal di sana tanpa suami, anak, dan pekerjaan.
Karena hal ini, ia dilanda kesedihan yang mendalam.
Marianne mulai hidup dengan gaya yang tak sehat.
Kecanduan narkoba, depresi, serta tak punya pekerjaan.
Tambah lagi, perusahaan tekstil milik kakek dan ayahnya sudah dijual semua pada saat ia kuliah.
Ibunya sakit-sakitan, dan akhirnya meninggal.
Uang peninggalan ibunya pun habis untuk biaya rumah sakit.
Sisanya dibagi rata dengan saudara-saudaranya.
Ia kembali menikah lagi dengan seorang pria dan membeli sebuah rumah kecil.
Tapi karena krisis ekonomi, hidupnya jadi lebih morat-marit.
Ia menjual rumahnya.
Marianne
Marianne ()
Dan kini, Marianne dan suaminya hidup dalam keadaan menyedihkan.
Mereka menjadi tunawisma, tak punya rumah untuk berteduh.
'Rumah' mereka adalah di sebuah taman berumput bernama the Central Park Reservoir.
Ia tinggal di sana bersama suaminya dan plastik besar berisi pakaian mereka yang seadanya.
Di usianya yang menginjak 63 tahun, ia dan suaminya Frank Foote harus menghadapi hari-hari dengan kesusahan.
Tapi anehnya, sepertinya tak ada yang perduli dengannya.
"Ia membunuh dirinya perlahan-lahan, dan dia seakan tak tahu tentang itu," ucap seorang wanita yang menjadi tetangganya.
Dalan sehari, ia menghabiskan uangnya untuk membeli alkohol dan rokok.
Tambah lagi, ia tak peduli dengan kesehatannya, badannya sangat kurus dan wajahnya terlihat sangat lesu.
Dan lagi, Marianne tak mau tinggal di penampungan atau panti sosial.
"Ia bilang, ia lebih baik tinggal di penjara daripada di penampungan," tambah tetangganya lagi




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer