Beribadah 70 Tahun, Ulama Besar Ini Meninggal Dalam Keadaan Kafir Karena Satu Hal Kecil Ini

Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata:“Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta Alam”. QS Al-Hasyr, ayat 16

Ayat di atas memberikan gambaran bagaimana syaitan menampilkan banyak wajah dan melakukan berbagai upaya dan tipu daya untuk membuat manusia menentang Allah dan menjadi kafir hingga nyawa merenggut dari badan.
Ayat ini pun berkaitan dengan kisah seorang ulama besar, Barshishah. Ulama’ besar pada masa Bani Israil yang mati dalam keadaan kafir, karena godaan syaitan. Syaitan sebenarnya bentuk dari perbuatan mahluk Allah bernama Jin Ifrit.


Jin yang digambarkan memiliki tingkat kecedasan dan kebadian hingga hari kiamat. Dia jin yang menjadi syaitan penggoda dan mengkafirkan.

Baiklah, mari kita mulai kisa bagaimana Barshishah mati dalam keadaan kafir akibat tipu daya Ifrit.

Seperti dilansir dari badruzzaman4.wordpress.com Barshishah adalah seorang ulama’ besar pada masa Bani Israil, hari-harinya ia habiskan di tempat peribadatan.


Do’anya cepat diijabah, sudah sekian banyak orang yang menderita penyakit kronis sembuh berkat do’a darinya.

Melihat ketaatan serta keistemewaan yang dimiliki ulama’ besar membuat Iblis gelisah dan geram. Ia pun mencari cara untuk menghancurkannya.

Iblis kemudian mengumpulkan setan-setan Laknatullah Alaihim, untuk mencari siapa yang sanggup menghancurkan musuh terbesarnya itu.

Iblis berkata:

“Siapa diantara kalian yang sanggup menghancurkan (fitnah) Barshishah. Dia adalah orang yang telah melemahkan misi kita untuk menghancurkan anak cucu Adam?

Tampillah Ifrit yang menjadi pemimpin para setan. Ia menjawab: Aku sanggup menghancurkan Barshishah dan apabila aku gagal, maka aku tidak akan menjadi pemimpin lagi”.

Iblis berkata: “Kalau begitu Barshishah adalah urusanmu”.

Ifrit kemudian pergi ke istana seorang raja Bani Israil yang memiliki putri berparas cantik nan jelita.

Pada saat Ifrit datang ke istana, sang putri yang rupawan itu sedang berkumpul dengan keluarga besarnya, kemudian Ifrit menjadikan dia gila dengan tanpa sebab, sehingga keluarganya tersontak kaget melihat perubahan sikap sang putri yang tidak diketahui sebabnya itu.

Sampai beberapa hari sang putri tidak kunjung sembuh dari penyakit aneh yang dideritanya. Kemudian setan mendatangi istana dengan wujud manusia, dan menyarankan untuk membawa tuan putri pada seorang ulama’ besar, yaitu Barshishah.

Tanpa pikir panjang keluarga istana menyetujui saran orang yang tidak dikenal itu, dan membawa tuan putri ketempat ulama’ besar yang disarankan olehnya. Setelah sampai di sana, ulama’ besar itu langsung berdo’a, dan seketika itu tuan putri sembuh total kemudian dibawa pulang ke istana.

Sesampai di istana penyakit tuan putri kembali lagi, seperti hari-hari sebelumnya. Kemudian Ifrit dan konconya setan mendatangi keluarga istana dan berkata:

Kalau tuan putri ingin sembuh dari penyakitnya, bawa dia pada ulama’ tadi, dan tinggalkan tuan putri sendiri di sana, agar ulama’ itu dapat mengontrol perkembangan dan perubahannya.

Keluarga besar istana pun menyetujui sarannya, dan membawa tuan putri ketempat ulama’ besar tadi untuk meninggalkan tuan putri di sana, tapi ulama’ itu tidak mau kalau tuan putri tinggal sendiri di tempatnya tanpa ada yang menemani.

Keluarga besar istana memaksa dan meninggalkan tuan putri begitu saja di tempat ulama’ besar yang terkenal sakti itu.

Setiap kali Barshishah memberi makan tuan putri, dia tidak pernah sedikit pun melihat wajahnya, kejadian ini berjalan sampai beberapa hari.

Pada suatu hari ketika Barshishah hendak memberi makan, dia melihat wajah tuan putri. Barshishah pun berdecak kagum melihat kecantikannya, karena sebelumnya dia tidak pernah melihat wajah secantik itu. Kemudian muncul keinginan syahwat.

Dia kemudian dia mendekati tuan putri kemudian menghamilinya.

Setan mendatangi Barshishah dan berkata: Kamu telah menghamili tuan putri, tidak ada yang dapat menyelamatkanmu dari hukuman raja, kecuali mengubur tuan putri di tempatmu. Dan apabila keluarganya datang bertanya, bilang saja tuan putri tidak bisa diselamatkan, akhirnya dia meninggal dunia, mereka pasti mempercayaimu.

Barshishah yang kehilangan akal sehatnya kemudian meyembelih tuan putri dan menguburya, kemudian keluarga istana datang untuk menanyai kabar tuan putri, Barshishah menjawab seperti yang disarankan setan, dan akhirnya keluarga istana pun mempercayainya.


Pendapat Lain:

Menurut pendapat yang lain, ketika Barshishah ditanya oleh keluarga istana, dia menjawab: Tuan putri sudah sembuh dari penyakitnya, dan dia langsung kembali ke istana.

Keluarga istanapun mempercayainya dan kembali ke istana untuk mencari tuan putri, sesampainya di istana mereka tidak menemukan tuan putri. Kemudian setan datang dan berkata: Sebenarnnya ulama’ besar itu telah menghamili tuan putri, karena dia takut ketahuan, maka dia menyembelih dan mengubur tuan putri di tempatnya. Raja beserta rombongan istana mendatangi tempat ulama’ besar itu, dan menggali kuburan tuan putri, ketika jasadnya diambil, dilehernya terdapat bekas sembelihan.

Melihat kejadian ini, raja pun murka dan menyeret ulama’ besar itu ke istana kemudian menyalibnya. Pada saat situasi seperti itu, setan datang dan berkata: Aku bisa melepaskanmu dari hukuman ini, jika kamu besedia sujud kepadaku, aku akan mengatakan kepada Raja, sebenarnya yang membunuh tuan putri bukan kamu, tapi orang lain. Barshishah menjawab: Bagaimana aku bisa sujud dalam keadaan seperti ini?

Setan menjawab: Cukup isyarah dengan kepalamu, yang penting kamu niat sujud kepadaku. Ketika Barshishah bersujud, setan berkata: Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. Allah s.w.t. berfirman:

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta Alam”. (al-Hasyr: 16)

JADI berhati-hatilah, siapapun kita, apapun kedudukan dan pangkat, maka harus benar-benar bisa menjaga diri dan ingat kepada Allah. Karena seorang ulama besar seperti Barshishah pun bisa sesat. Ini menjadi contoh dan peringkat untuk kita semua. Semoga kia hamba yang lemah ini dalam lindungan Allah Swt. Amiiiin

Baca tentang Jin Ifrit:


Ifrit (cerdik) atau jin Ifrit dianggap sebagai makluk tuhan dari bangsa jin yang menunjukkan kemurtadaannya, membenci manusia yang taat dan beribadah, dan hidup hingga akhir zaman.

Jin ini memang sangat cerdik dan kuat, sehingga anda pun harus hati-hati menghadapinya.

Mengapa dia sangat cerdik, karena dia pernah naik ke langit dan mencuri teknologi di masa lalu.

Ifrit pun sangat cerdik. Bahkan dalam sebuah kisah disebutkan, bahwa pernah ada seorang ulama dari Bani Israil, Bhashihah yang sudah beribadah selama tujuh puluh tahun, meninggal dalam keadaan kafir.

Jadi hati-hati dengan jin ini, banyak yang terjadi mereka melakukan rayuannya dengan alasan cinta. Karena biasanya seseorang jika sudah merasakan cinta akan berbuat apa saja untuk orang yang dicintainya termasuh menjadi kafir.

Seperti dilansir dari organisasi.org Ifrit adalah jin yang melakukan kedurhakaan yang sangat besar kepada Tuhan yang telah menciptakannya. Ifrit adalah termasuk ke dalam golongan setan, karena senang berbuat jahat kepada manusia.

Ifrit adalah makhluk halus yang memiliki umur yang sangat panjang yang bisa hidup hingga hari kiamat tanpa mengalami kematian.

Jin ifrit menjadi jahat dan melawan perintah Tuhannya ketika ifrit diperintahkan untuk sujud kepada manusia pertama yaitu Nabi Adam AS. Sejak saat itulah jin ifrit mulai berusaha menghancurkan hidup manusia setelah mendapatkan persetujuan dari Allah SWT.

Allah pun sudah menerangkan bagaimana kekuartan Jin Ifrit.
“Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: “Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.” (QS. An Naml: 39-40).

Jin Ifrit memang tidak segan-segan melakukan berbagai macam intimidasi baik secara halus maupun secara kasar. Melakukan tipu daya, kelicikan, dan sebagainya.

Berbagai Kelebihan, Kehebatan, Kekuatan Setan Jin Ifrit dalam Memindahkan Benda :

1. Mampu Bergerak Sangat Cepat Pindahkan Benda

Ada kemungkinan jin ifrit bisa bergerak cepat dengan membawa suatu benda yang sangat besar nan berat. Hal tersebut adalah sesuatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan oleh manusia normal kecuali telah menguasai ilmu pengetahuan tertentu yang hingga pada saat ini belum bisa dilakukan.

Kemampuan jin untuk mengatahui segala ilmu pengatahuan yang pernah dimiliki manusia begitu hebat karena setiap manusia yang pernah lahir hidup di dunia memiliki setan jin yang terus melakukan spionase.

Karena kecerdikan dan kelicikan jin ifrit dan kawan-kawan dalam meracik teknologi manusia, teknologi jin dan teknologi Allah SWT yang pernah dicuri dari langit di masa lalu, ada kemungkinan bahwa jin ifrit telah memiliki teknologi yang sangat canggih untuk bergerak cepat membawa objek besar walaupun terjadinya ribuan tahun yang lalu.

Jadi amatlah sangat tidak mengherankan jika jin memilki kemampuan yang canggih dalam berbagai bidang termasuk dalam hal melakukan tipu daya terhadap manusia, karena memang jin kemungkinan memiliki umur yang panjang sehingga pengalaman yang dimiliki menjadi sangat banyak sekali.

2. Cerdik Dalam Hal Tipu Daya Memindahkan Benda

Dari ayat di atas memang terlihat seolah-olah jin ifrit memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dalam memindahkan objek yang besar dan berat dalam waktu yang amat sangat singkat. Namun bukanlah sesuatu hal yang tidak mungkin jika hal tersebut adalah suatu tipu daya saja.

Bisa saja yang terjadi adalah jin ifrit telah memindahkan objek besar tersebut sesuai dengan kemampuannya pada dimensi yang berbeda sehingga tidak dapat terlihat oleh mata manusia. Kemudian setelah berbicara barulah tabir yang menutupi objek besar tersebut dibuka dengan menggunakan teknologi canggih milik bangsa jin.

Jin yang jahat (setan) adalah makhluk gaib yang tidak bisa dipercaya sama sekali ucapannya. Percuma berbicara dengan mereka, toh mereka akan melakukan tipu daya secara terus-menerus walaupun sudah terdesak.

Mungkin hanya nabi saja yang bisa tahu kebenaran dari suatu perkataan jin setan. Itulah mengapa para perukyah sering membunuh jin yang mengganggu manusia ketika jin tetap membandel dan tetap melakukan tipu dayanya dalam membuat manusia menderita di dunia dan di akhirat. Setan baik dari golongan jin maupun manusia adalah musuh yang nyata bagi manusia, baik manusia yang baik maupun yang sama jahatnya dengan setan jin sekali pun.

Itulah dua hal yang mungkin bisa kita dapatkan dari Alquran surat An-Naml ayat 39 dan ayat 40. Yang jelas kita harus mewaspadai segala bentuk tipu daya setan, baik setan manusia maupun setan jin. Jin biasa kita sebut dengan sebutan hantu, setan, makhluk gaib, makhluk halus, spirit, khodam, penampakan, dan lain sebagainya harus kita jadikan musuh yang nyata kita mereka berbuat jahat pada manusia.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer