Edit Foto Jokowi dan Ahok Lalu Menyebarkannnya di Facebook Pemuda Ini Menyesal Seumur Hidup



LUBUKASUNG - Ropi Yatsman (35) divonis 15 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (24/7/2017).

Ropi yang terjerat kasus penghinaan Presiden Joko Widodo dan penyebar ujaran kebencian di media sosial.
Dia dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan.

Majelis hakim yang diketuai Mahendrasmara dengan anggota Ida Maryam Hasibuan dan Duano Aghaka menyatakan terdakwa, yang juga mengedit foto Presiden Joko Widodo dalam akun Facebooknya.

Ropi melanggar Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hukuman yang diterima Ropi Yatsman sama dengan pasal yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama satu tahun tiga bulan.

Dalam pertimbangan yang disebutkan Mahendrasmara, hal yang meringankan terdakwa telah mengakui kesalahan dan bersikap sopan selama persidangan.

Sementara terdakwa usai dijatuhi vonis oleh majelis hakim menyatakan menyesali semua perbuatannya.

Dalam amar putusan majelis hakim dijelaskan bahwa terdakwa ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di sebuah ruko perusahaan ekspedisi tempatnya bekerja di Banuhampu, Kabupaten Agam, Senin (27/2) sekitar pukul 11.30 WIB.

Terdakwa ditangkap setelah menyebarkan ujaran kebencian di media sosial dan juga mengedit foto Presiden Joko Widodo dan sejumlah pejabat, termasuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Terdakwa menggunakan akun alter dengan nama Agus Hermawan dan Yasmen Ropi di Facebook untuk memposting konten bernada kebencian kepada pemerintah.

Ia juga sebagai admin dari akun grup publik Facebook Keranda Jokowi-Ahok.

Orang tua terdakwa, Maya (65), mengatakan selama ini Ropi Yatsman merupakan tulang punggung keluarga, setelah ayahnya sakit beberapa tahun lalu.

"Setelah anak saya ditangkap kepolisian, sudah banyak barang elektronik yang dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Dengan vonis itu, pihaknya berharap Ropi Yatsman menjalankan hukuman dengan baik dan tidak melakukan kesalahan kembali agar mendapatkan keringanan nantinya.

Polda Sumatera Utara masih menahan pemilik akun Facebook yang dinilai menyebarkan berita bohong.(Kompas TV)

Selain Ropi ada juga pemuda yang ditangkap karena menghina presiden.

Dia adalah Burhanudin (20), seorang pemuda yang menjadi santri pesantren di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur diamankan Tim Cyber Crime Polda Jawa Timur.

Penangkapan tersebut terkait dengan aktivitas dia di media sosial, yakni membuat gambar meme yang kontennya menghina pemerintah, termasuk Presiden Jokowi.

Beragam gambar yang dibuat pemuda itu dalam akun Facebooknya bernama Elluek Ngangenniee.

Banyak tokoh yang dibuat lakon, dari petinggi Polri hingga kepala negara.

Bahkan wajah mirip Presiden Jokowi digambarkan sebagai penambal ban.

Kepada polisi, Burhanudin mengaku terbawa emosi melihat isu-isu agama Islam yang menurut dia direndahkan.

Emosinya itu lantas diluapkan dengan membuat meme-meme bernada menjelekkan dan menghasut.

"Saya marah melihat agama saya direndahkan," kata pemuda yang mengaku sebagai pengagum ormas Front Pembela Islam (FPI) ini, Jumat (9/6/2017).

Kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, masyarakat diminta menggunakan etika dalam mengoperasikan media sosial.

"Apalagi Majelis Ulama Indonesia sebelumnya kan sudah mengeluarkan fatwa soal etika bermedia sosial," terangnya.

Santri pesantren itu kini harus diperiksa intensif di Mapolda Jatim.

Dia dijerat pasal 28 ayat 2 jo pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 200u tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer