Fenomena, Sehari Tiga Orang Bermarga "Parubak" Tewas Bunuh Diri. Fakta Ini Mengejutkan!

Entah ada kaitannya atau tidak namun yang pasti warga jagad maya khususnya Toraja baru baru ini dihebohkan dengan fenomena aksi bunuh diri. Bagaimana tidak, dalam sehari tiga orang bernama Parubak dan berinisial E kehilangan nyawa dengan cara bunuh diri.

Peristiwa pertama terjadi di dusun Baladau Lembang (desa) Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila’, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Korban bernama Enal Parubak (21) tewas gantung diri.
Jasad Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja itu ditemukan keluarganya sudah terbujur kaku dengan cara tergantung di salah satu palang di rumahnya sekitar pukul 11.00 wita, Senin 24/7/2017.

Enal Parubak (21)

Informasi yang dihimpun karebatoraja.com, menyebutkan pada Senin siang, adik sepupu Enal bernama Nelson mendatangi rumah korban dan menuju ke dapur hendak mengambil makan siang. Namun Nelson kaget karena mendapati sesosok lelaki yang tergantung pada tiang dengan seutas tali nilon. Lelaki tersebut ternyata Enal.

“Menurut informasi orang tuanya, korban mengalami depresi berat. Luka jerat tali di leher korban,” kata Kapolsek Sesesan AKP Samuel Payung.


Samuel mengatakan, terkait kematian Enal, pihak keluarga tidak mempermasalahkannya. Karena itu, mereka menolak polisi melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Jenazah korban akhirnya langsung disemayamkan di rumah duka. “Markus Pandan Palewa, bapak kandung korban sudah membuat surat pernyataan penolakan autopsi,” pungkasnya.

Kisah yang tidak kalah tragis bahkan bikin merinding terjadi di Apartemen Gateway, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

Elviana Parubak (34) dan Eva Septiany Parubak (28)

Dua orang Kakak adik yakni Elviana Parubak (34) dan Eva Septiany Parubak (28) juga bunuh diri. Keduanya tewas di tempat akibat melompat dari Lantai 5A Apartemen Gateway yang diperkirakan sekitar 20 meter.

Sang kakak terlebih dahulu melompat kemudian disusul sang adiknya beberapa saat kemudian. Aksi nekad ini menjadi tontotan warga bahkan beberapa diantaranya merekam lewat video.

“Informasi dari Kakak korban Rionald Parubak (39) keduanya mengalami gangguan jiwa. Dan kondisi itu sudah berlangsung 8 tahun sejak ibu mereka meninggal,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo seperti dilansir dari detik.

Keduanya tinggal bersama salah seorang keponakannya di Apartemen Gateway sejak tahun 2015. Saat kejadian, para korban dengan pintu kamar dikunci dari dalam. Keponakannya sedang bersekolah.

Dia mengatakan berdasarkan keterangan kakak kedua korban, Rionald Parubak (39), keduanya tidak bekerja. Sehari-hari hanya tinggal dan mengurus keponakannya yang masih bersekolah.(torajadaily.com/infoteratas.com)





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer