Herry Tjahjono: Ahok Patungan Demi Air Mancur Namun Dibalas Air Tuba Ke Wajahnya

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menjadi perbincangan hangat, berkenaan dengan akan diresmikannya 'air mancur menari' di Taman Monumen Nasional (Monas) pada 12 Agustus 2017 mendatang.

Hal itu setelah Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, perbaikan air itu berasal dari dana patungan pribadi, dan bukan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) atau dan corporate social responsibility (CSR).
Djarot menyebut, ada empat orang yang patungan untuk menghidupkan kembali air mancur menari itu, yakni dirinya, Ahok, Kepala Kantor Pengelola Kawasan (KPK) Monas Sabdo Kristianto, dan komposer Addie MS.

Apa yang sedang ramai dibicarakan ini kemudian mendapat perhatian dari penulis Herry Tjahjono, yang lewat akun Facebook-nya, ia kembali mengemukakan pendapat soal pengabdian Ahok bagi warga Jakarta, meski harus berakhir dengan raganya yang terkurung di balik jeruji besi atas kasus penistaan agama.

"Tak soal berapa rupiah yang ia berikan, tapi pemberian itu mengalir dari hatinya - dalam sepi. Kita tak akan tahu jika Djarot tak menceritakannya sekarang," kata Herry.

"Wahai Jakarta, sungguh aku tak sanggup melihat wajahmu yang sinis. Wajah yang senyum menyeringai di atas tawa perih seorang lelaki yang telah memberikan segalanya buatmu," kata Herry.

Berikut tulisan Herry soal Ahok dan air mancur menari, dikutip dari akun Facebook-nya, Kamis (27/7/2017).

AIR MANCUR ITU MENARI UNTUKMU

By : Herry Tjahjono, rakyat NKRI.


Air Mancur Menari, yang berada di dalam kawasan Monas, akan segera dioperasikan kembali pada Agustus mendatang. Djarot menyebut anggaran perbaikan Air Mancur Menari ini tidak menggunakan dana APBD DKI Jakarta, melainkan dari uang patungan.

Pihak yang ikut patungan perbaikan air mancur ini adalah Djarot, mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), Kepala Unit Pengelola (UP) Monas Sabdo, dan musisi Addie MS.

Wahai Jakarta, sungguh orang itu - lelaki yang kalian 'napi'kan itu - telah mewakafkan dirinya. Kebebasannya sebagai manusia telah ia wakafkan dengan mendekam di dalam sel. Semua warisan karya besarnya telah ia wariskan bahkan sampai sekarang - ketika ia sudah dipenjara.

Dan ternyata, kini kita baru tahu - bersama beberapa pihak lain - ia juga ikhlas memberikan uangnya untuk Jakarta. Air mancur menari adalah salah satu wakafnya yang lain.

Tak soal berapa rupiah yang ia berikan, tapi pemberian itu mengalir dari hatinya - dalam sepi. Kita tak akan tahu jika Djarot tak menceritakannya sekarang.

Wahai Jakarta, apa yang pernah kau berikan pada lelaki Cina yang sering dituding kafir, dimaki anji*g ini ?

Adakah ? Adakah ? Tak ada, kecuali air tuba yang kau siramkan ke wajahnya, dan terjerembablah dia ke balik penjara.

Wahai Jakarta, ia sendiri tak akan pernah meminta apapun darimu - sebab kekejamanmu saja ia terima dan ia maafkan.

Wahai Jakarta, sungguh aku tak sanggup melihat wajahmu yang sinis. Wajah yang senyum menyeringai di atas tawa perih seorang lelaki yang telah memberikan segalanya buatmu.

Maka sesaat lagi - ketika air mancur itu kembali menari - biarkan tarian pertama yang indah dan lincah itu dipersembahkan baginya.

Mungkin tarian itu bisa sedikit menyapu dukanya, serta menepis sedikit sepinya. Mungkin pula, seorang penyapu jalan yang pernah ditolongnya berbisik lirih : " Air mancur itu kembali menari untukmu pak Ahok..."





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer