Jarang Komunikasi dengan Ayah, Cewek ini Malah Diajak Ayahnya Mabuk, Ternyata Alasannya

Semakin berkembangnya zaman tak selamanya diiringi oleh hal-hal yang positif dan berguna bagi masyarakat.

Dikutip dari Viral 4 real, perkembangan zaman juga bisa membawa dampak negatif yang bia berakibat fatal bagi manusia, khususnya bagi generasi muda.

Bahkan tidak sedikit remaja laki-laki maupun perempuan pernah mengkonsumsi minuman beralkohol saat usianya masih sangat belia, meski hukum di beberapa negara melarang hal ini.

Para generasi muda ini bahkan tidak ragu melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkan minuman beralkohol.) Tampak para perempuan pengunjung diskotik digiring lantaran positif mengandung narkoba setelah jalani tes urine. (SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO)

Hal ini jelas menyebabkan angka perbuatan kriminal semakin meningkat.

Tidak sedikit gadis-gadis yang sudah dicekoki minuman beralkohol menjadi korban pelecehan maupun kekerasan sosial saat dirinya dalam kondisi mabuk berat.

Ini pula yang menjadi alasan mengapa beberapa ayah harus bersikap sangat waspada dan hati-hati untuk melindungi putrinya dari bahaya pergaulan bebas.

Hal yang sama sempat dialami seorang ayah asal negeri sakura, Jepang.

Pria yang tak diketahui identitasnya ini membagikan kisah mengenai putrinya yang suka membangkang serta bagaimana upayanya untuk mendidik sang putri di era globalisasi yang sangat pesat ini.

Mulanya, pria ini mengatakan kalau ia mengajak sang anak untuk pergi minum bersamanya.

Merasa kalau ini adalah momen yang pas untuk menghabiskan waktu bersama sang ayah, gadis remaja ini menyetujuinya.

Cerita ini pun menjadi viral di dunia maya dan sukses membuat banyak netizen menangis.

Gadis ini bahkan tak segan membagikan kisahnya ke Facebook agar semua orang bisa mengambil hikmah dari kisahnya.

Simak cerita Reiko, sang gadis, bersama ayahnya di bawah ini :.

“Saat aku masih muda aku anak yang suka melawan.

Aku sering bergaul dengan anak-anak nakal dan suka melakukan hal-hal bodoh, tapi hal ini tak pernah membuatku kena masalah.

Saat usiaku sudah cukup untuk minum minuman beralkohol, aku merasa kedua orangtuaku tak akan khawatir sekaligus tak tahu apa yang harus mereka lakukan.

Yang mereka tahu, tak peduli apapun yang mereka katakan, aku tetap akan melakukan apa yang aku mau, ini yang membuat keduanya tak bisa berbuat apa-apa.

Akhirnya suatu hari, ayahku mengatakan ini kepadaku :

‘Hey Reiko, kapan-kapan ayo keluar dan pergi minum bersama! Akan kubawa kau kemanapun kau mau dan kau bisa memesan apapun yang kau suka. Kita bisa ke tempat yang keren, pasti akan menyenangkan,’

Seperti yang dirasakan kebanyakan anak pada umumnya, aku sebenarnya tak mau.

Tapi pada waktu yang bersamaan, aku merasa penasaran dengan bagaimana kehidupan malam itu, karena aku jarang merasakannya.Ilustrasi (SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO)

Jadi kami berdua akhirnya pergi, hanya aku dan ayah saja.

Saat tiba di kota, ia berkata :

‘Baiklah! Minumlah sepuas hatimu, Reiko. Minumlah sampai kau tak bisa minum lagi. Jangan khawatir, aku akan pastikan kita bisa pulang ke rumah. Lakukan apa saja yang kau mau,’

Aku merasa aneh ayahku mengatakan hal seperti itu.

‘Apa ibu akan marah kalau aku pulang dalam keadaan mabuk,” fikirku.

Tapi aku tak terlalu mengkhawatirkannya.

Aku sudah berjalan sejauh ini, jadi aku putuskan untuk memanfaatkan kesempatan yang ada di depan mataku.

Pertama-tama, kambi tiba di sebuah restoran makanan khusus daging bakar.

Pelayannya mengira aku pacar baru ayahku, tapi ayahku menanggapinya dengan santai saja.

Kedua, kami tiba di sebuah klub malam.


Aku sempat minum, dan orang-orang disana tahu kalau ayahku berpura-pura menjadi pacarku.

Tapi hal ini justru membuat ayahku semakin senang.

Ketiga, kami pergi ke sebuah toko sushi.

Kokinya sangat baik dan rasanya dia seperti cemburu saat mengobrol dengan ayahku.

Kata si koki, orangtua yang pergi dengan anaknya seperti yang kami lakukan itu rasanya seperti mimpi yang jadi nyata.

Ayahku sangat senang dan semakin bersemangat menyuruhku untuk minum dan makan, berhubung ini adalah kesempatan langka kami berdua bisa pergi bersama.Ilustrasi. (http://terselubung.in)

Keempat, kami pergi ke sebuah pub.

Aku tak terlalu ingat apa yang kami lakukan disini.

Aku bahkan tak ingat apa yang ku minum dan apa yang kami bicarakan.

Kelima, ayah mengajak ke ke sebuah toko cemilan.

Aku juga tak ingat apa-apa disini, tapi aku merasa aku pingsan di meja kasir.

Setelah itu, ayah menelepon taksi dan mengantarku pulang.

Aku ingat kalau aku sudah mulai sadar dalam perjalanan pulang.

‘Maaf ayah aku sepertinya mabuk,’

‘Tak apa nak, tidurlah dulu,’

Sejak kejadian itu, Reiko merasa jika sang ayah sangat menyayanginya dan ingin mengajarkan kepadanya bahwa dunia kehidupan malam tak selamanya baik.

Jika ia pergi bersama orang yang salah, bisa saja hal yang tak diinginkan menimpa dirinya.

Sang ayah secara tak langsung mengajarkan juga kepadanya bahwa seorang ayah akan selalu menyayangi putrinya dan akan selalu berusaha mendidiknya, tak peduli bagaimana kondisi sang anak."

---

Jangan Coba-coba Minum Alkohol Ya, Ini Alasannya
Ilustras (arenatipskita.blogspot.com)





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer