Jejak Ahok di Jakarta Makin Sulit Diikuti Anies

Pemprov DKI Jakarta menerima penghargaan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik di Pulau Jawa. Penghargaan itu diterima melalui Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dalam acara Rakornas VIII TPID di Grand Sahid Jaya, Kamis (27/7/2017).

Bila orang berpikir jernih maka mereka akan mahfum bahwa pencapaian seperti ini tak akan pernah diperoleh dalam waktu satu malam. Pencapaian ini hanya membuktikan sebuah kerja keras dan upaya yang panjang. Upaya yang muncul dari tekad seorang pemimpin untuk memberikan yang baik bagi warganya.
Hal itu ditegaskan oleh Djarot ketika berbagai resep dengan para pemimpin daerah yang lain. Ada tiga hal yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam rangka mengendalikan inflasi daerah. Yang pertama, Pemprov DKI Jakarta mensinergikan peran seluruh BUMD. Sinergi itu berbuahkan terjaganya stabilitas bahan pokok, utamanya pada bulan Ramadhan yang lalu.

Yang kedua, Pemprov DKI Jakarta melakukan farming contract dengan daerah-daerah. Pemprov membeli langsung bahan-bahan yang dbutuhkan lalu disimpan dalam mesin yang disebut control atmosphere storage. Dengan mesin itu, bahan-bahan dapat disimpan dengan baik dan tetap menjaga kesegarannya.

Yang ketiga, Pemprov DKI Jakarta memberikan subsidi kepada warga yang tidak mampu melalui cashless management system. Program ini diberikan melalui Kartu Jakarta Pintar.

Ketiga hal di atas adalah program-program yang digagas ketika Ahok masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Prinsip utama yang selalu dikumandangkan oleh Ahok adalah keterbukaan dan akuntabilitas dari seluruh program dan anggaran demi kebaikan warga Jakarta.

Tak heran bila kerja keras itu diganjar dengan penghargaan ini. Penghargaan yang tak saja membuat warga Jakarta merasa bangga karena mampu untuk menekan tingkat inflasi namun juga karena dapat berbagai kebaikan itu pada daerah-daerah yang lain. Tak dapat dipungkiri bahwa Jakarta sebagai Ibukota menjadi tolok ukur dan teladan bagi daerah-daerah lain.

Orang dapat saja mengatakan bahwa apa yang terjadi dan dilakukan di Jakarta tak dapat dengan serta merta terjadi dan dilakukan di daerah lain. Tak apple to apple. Pernyataan itu hanya betul setengah. Bahwa tak apple to apple itu betul tetapi tidak menutup kemungkinan untuk daerah lain melakukan apa yang dilakukan Jakarta.



Ketika Djarot berbagi resep kepada para pemimpin daerah yang juga hadir dalam acara tersebut, hal ini dapat kita lihat bukan saja sebagai sebuah peristiwa transfer of knowledge. Kita dapat melihatnya sebagai peluang dari daerah-daerah lain untuk terus berkembang dan semakin maju dengan semua sumber yang mereka miliki.

Salah satu syarat yang sangat vital, yang harus dimiliki oleh setiap daerah untuk dapat mencapai prestasi terbaik adalah memiliki pemimpin yang seluruh hidup dan hatinya diarahkan semata-mata hanya pada kesejahteraan warga yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang bersedia untuk berdiri paling muka dalam membela kepentingan rakyat. Seorang pemimpin yang bersedia untuk secara total melakukan semua yang terbaik demi kemajuan daerahnya.

Di Jakarta, Ahok dan Djarot melakukan itu. Mereka bukan tak tahu dan tak sadar akan berbagai tantangan bahkan ancaman yang menghadang setiap program dan kebijakan yang mereka canangkan. Hanya karena tekad untuk membawa Jakarta ke arah yang lebih baiklah, maka mereka bersedia untuk terus maju.

Mengendalikan inflasi dengan mengajak setiap BUMD untuk menjalankan perannya secara optimal bukanlah perkara mudah. Ketika bulan Ramadhan biasanya dipakai sebagai kesempatan untuk menangguk untung besar melalui kenaikan harga yang gila-gilaan, Ahok dan Djarot justru mengajak seluruh BUMD menjaga stabilitas harga dan mereka berhasil.

Ketika barang-barang pokok biasanya sulit didapatkan atau kalau ada pun tak dalam kondisi yang baik, Pemprov DKI Jakarta justru sudah melakukan langkah antisipasi dengan memiliki mesin penyimpan yang canggih. Ini ibarat kisah Yusuf di Mesir yang melakukan langkah antisipatif untuk menghadapi bencana kelaparan dengan membangun gudang-gudang gandum selama masa panen yang berkelimpahan.

Hari ini sejarah kembali mencatat bahwa apa yang dilakukan Ahok membuahkan hasil yang manis. Prestasi Pemprov DKI Jakarta tak dapat dilepaskan dari seluruh kiprah Ahok semasa menjabat sebagai gubernur. Bahkan ketika ia sudah tak menjabat lagi, jejaknya masih saja terlihat dengan jelas.

Sampai di sini ada kegamangan untuk membayangkan Jakarta 5 tahun ke depan. Mungkinkah Jakarta akan mampu mempertahankan prestasi sebagai daerah yang paling baik dalam pengendalian inflasi? Hanya Anies Sandi yang berhak dan mampu menjawab kegamangan itu. Semoga….!

Pak Djarot dan seluruh warga Jakarta, selamat ya.



….Ahok, inget ketika Elton John bilang : And it seems to me you lived your life, Like a candle in the wind, Never fading with the sunset,When the rain set in and your footsteps will always fall here, …your candle’s burned out long before, your legend ever will…..






Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer