Kisah Putri Raja Arab Berusia 19 Tahun,Dihukum Mati Karena Terjerat Cinta Terlarang,Ini Ceritanya!

Arab saudi dikenal sebagai negara yang menjujung tinggi nilai keislaman.

Baik dalam hal politik, pelajaran hingga aktivitas kehidupan lainnya.
Negara mengatur bagaimana pria dan wanita tidak sembarangan bercampur dalam satu lokasi.

Bahkan untuk berkunjung ke kebun binatang pun semuanya sudah diatur antara pria dan wanita

Jika tidak mau terkena hukuman nantinya.

Namun siapa sangka, seorang puteri raja arab saudi pernah mendapatkan hukuman mati lantaran dituduh melakukan perzinahan.

Dilansir dari berbagai situs Islam, Putri arab saudi bernama lengkap Misha'al dijatuhi hukuman rajam karena jatuh cinta dengan seorang pria awam.


Kejadian yang terjadi pada tahun 1977, mengisahkan kisah cinta antara Misha'al dengan seorang keponakan duta besar Arab Saudi di Libanon bernama Mulhallal.

Dikenal sebagai putri yang gemar belajar, Misha'al meminta izin kepada orang tuanya yang tak lain merupakan raja Arab Saudi kala itu.

Raja Fahd memperbolehkan putrinya itu untuk berkuliah di Libanon.

Namun tidak ada yang mengira jika keputusan ini menjadi awal permasalahan yang berakhir dengan kematian sang putri.

Saat menempuh masa kuliah inilah, Putri Misha'al berjumpa dengan Mulhallal.

Ia merasa Mulhallal sosok yang sangat sopan dan akhirnya jatuh hati kepadanya.

Terlanjut dimabuk cinta oleh pesona Mulhallal, membuat putri Misha'al lupa dengan statusnya, dan perjodohan yang sudah ditetapkan.

Hal ini pula yang menggiring mereka kepada maut yang paling buruk.


Sadar akan cinta mereka yang tidak akan disetujui oleh keluarganya, Sang putri bersama pria yang dicintainya merencanakan untuk kabur.

Ia lantas memalsukan kematiannya, dengan seolah-olah mati tenggelam dan tubuhnya tidak ditemukan.

Taktik ini ia gunakan untuk mengulur waktu, sehingga ia bisa menyamar ke bandara sebagai pria.

Namun sayang, ia tetap tertangkap ketia di Bandara.


Setelah berhasil dikembalikan ke keluarga kerajaan, keluarga putri Mishaal mencoba melindungi putri kesayangnya itu.

Sang raja sampai membujuk dan meminta Misha'al untuk tidak mengaku apa apa gar selama dari hukuman.

Mengingat tuduhan perzinahan haruslah ada 4 orang saksi atau mengaku sendiri dengan 3 kali mengucapkan saya berzina.


Apa daya, bujukan sang Ayah pun ditolak oleh Putri , dimana sang putri mengucapkan jika dirinya telah berzina dengan mengucapkannya 3.

Inilah yang membuat sang putri harus menjalani eksekusi mati, begitu pula dengan kekasihnya.

Eksekusi dilakukan pada tahun 1977 di tanggal 15 juli tepat di taman gedung ratu arab saudi.

Pasca eksekusi mati ini, perautaran tentang wanita arab jadi semakin ketat.


Raja menambah penjagaaan di beberapa fasilitas umum, dimana pria dan wanita mungkin bertemu.

Tak hanya itu, kisah ini juga sampai dibuatkan kedalam film dokumentar berjudul death of a princess.

Semoga kisah puteri Arab saudri ini menjadi pengajaran buat anak muda, kendati apakah ini benar atau tidak.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer