Lama Tak Terdengar Kabarnya, Begini Nasib Teman Ahok Kini

Walaupun tak lagi dalam masa kampanye, markas komunitas Teman Ahok di Graha Pejaten Nomor 3, Pejaten Barat, Jakarta Selatan masih menggeliat.

Tribunnews.com coba mendatangi rumah yang identik dengan warna kuning di bagian luarnya itu, Kamis (6/7/2017).
Terlihat beberapa motor terparkir di halaman depan.

Saat mencoba menghubungi pimpinan komunitas ini yakni Richard, petugas keamanan yang berjaga mempersilakan Tribunnews.com untuk menunggu untuk beberapa waktu, menandakan di markas tersebut masih ada kegiatan.

"Mohon ditunggu sebentar ya mas, nanti Mas Richard akan menemui," ujar sang petugas keamanan.

Di ruangan utama markas itu ratusan foto dipajang di seluruh bagian ruangan.

Foto-foto itu menunjukkan kegiatan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat serta Teman Ahok pada saat putaran pertama Pilkada Jakarta 2017.

Selain itu ada gambar 3D Ahok dan Djarot sambil mengacungkan dua jari di ujung ruangan.

"Itu foto-foto saat putaran pertama, kegiatan kami adalah mencoba mensosialisasikan program-program Gubernur Jakarta saat itu yakni Pak Ahok yang belum banyak diketahui masyarakat."

"Seperti menjelaskan secara door to door kepada masyarakat bahwa Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa dibuat membeli daging. Banyak masyarakat yang belum tahu," jelas Richard yang segera menemui Tribunnews.com.

Dengan perawakan yang tegap serta pakaian khas kaum muda Jakarta yang bergairah, Richard mencoba menjelaskan bahwa Teman Ahok masih terus menggeliat walaupun Ahok-Djarot kalah dalam Pilkada Jakarta 2017, bahkan kini Ahok tak lagi menjabat sebagai pemimpin Jakarta.

"Kami sedang mempersiapkan rapat kerja akhir bulan Juli 2017 nanti. Di situ nanti kami akan mencoba menghadirkan bentuk terbaik kami di saat ini."

"Perlu ganti nama atau tidak, perlu visi misi baru atau tidak, dan apa yang bisa kita lakukan untuk Jakarta dan Indonesia. Jadi kami belum ada jawaban pasti kegiatan apa yang akan kami lakukan, baru terjawab di akhir Juli nanti," jelasnya tegas.

Perlu diketahui bahwa markas Teman Ahok ini merupakan cikal bakal gerakan satu juta KTP untuk Ahok yang mendorong mantan bupati Belitung Timur itu untuk maju dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2017.

Richard coba kembali menjelaskan komunitas Teman Ahok didirikan untuk membantu Ahok memenangkan Pilkada Jakarta 2017.

"Mungkin ke depannya nanti Teman Ahok akan tetap membawa idealisme mendukung pemikiran-pemikiran Pak Ahok. Karena sejak awal memang seperti itu," terangnya.

Richard mengaku mengingat pesan Ahok kepada Teman Ahok agar tetap menjaga semangat muda dalam memajukan negeri ini.

"Beliau selalu katakan tetap maju dengan semangat muda, kreatif, dan tetap berintegritas," ungkapnya.

Ahok sendiri terakhir hadir di markas Teman Ahok itu saat mendeklarasikan diri maju Pilkada Jakarta melalui jalur partai.

"Saat itu Pak Ahok berpindah haluan, maju ke Pilkada Jakarta melalui jalur partai karena hanya butuh surat rekomendasi. Kami pikir saat itu tak perlu sedih walaupun telah melakukan gerakan satu juta KTP."

"Bagi kami yang lebih penting Pak Ahok bisa maju kembali menjabat sebagai Gubernur Jakarta, namun sayang Tuhan berkehendak lain," ucapnya.

Richard juga meminta masyarakat untuk menunggu evolusi dari Teman Ahok di kemudian hari.

"Jawabannya akan tersaji setelah bulan Juli 2017 nanti," tutupnya.

Teman Ahok, walaupun kini Ahok telah lengser tetap membuktikan semangat mudanya untuk terus berkreasi, menggeliat, dan siap berevolusi.
\




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer