Mantan Pria Tampan Surabaya dan Pedagang Beras itu Kini jadi Tersangka Korupsi

Setya Novanto merupakan Ketua Umum Partai Golongan Karya hasil Musyawarah Luar Biasa 2016 lalu.

Sederet kasus selama ini mewarnai perjalanan politikus kelahiran Bandung, 12 November 1954 itu.
Novanto sempat berjualan beras dan madu dengan modal Rp 82.500 sebelum menjadi politisi ulung seperti saat ini.

Dia memulai dengan kulakan tiga kuintal beras hingga bisa berjualan beras sampai dua truk yang langsung diambil dari pusatnya di Lamongan, Surabaya.

Saat itu, dia juga punya kios di pasar Keputren, Surabaya. Namun usaha tersebut tak bertahan lama dan predikat juragan beras ditanggalkannya karena mitra usahanya mulai tidak jujur.

Novanto mendirikan CV Mandar Teguh bersama putra Direktur Bank BRI Surabaya, Hartawan.

Baca: Penetapan Tersangka Setya Novanto Tak Terkait Pansus Hak Angket KPK

Dia membubarkan CV-nya setelah mengamini tawaran pekerjaan menjual mobil salesman Suzuki untuk Indonesia Bagian Timur.

Berkat kepiawaiannya menjual, pada usia 22 tahun dia tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Widya Mandala Surabaya yang menjadi Kepala Penjualan Mobil untuk wilayah Indonesia Bagian Timur.

Setya pun pernah menjadi model, dan terpilih jadi pria tampan Surabaya (1975).

Selain tersangkut perkara etik, sosok yang pernah mundur sebagai Ketua DPR itu juga pernah beberapa kali terseret sejumlah masalah di tanah air.

Namun sebelum ini, Setya Novanto belum pernah dinyatakan bersalah dalam kasus hukum apapun.

Nama Setya Novanto pernah mencuat dalam kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden saat meminta jatah saham PT Freeport Indonesia. Kasus ini telah membuat marah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Novanto juga sering bolak-balik ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi karena namanya disebut dalam berbagai kasus, seperti korupsi e-KTP, suap Ketua MK Akil Mochtar, hingga kasus PON Riau.

Tak hanya itu, Novanto juga sempat membuat heboh publik tatkala hadir dalam kampanye bakal calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump.

Ketua DPR Setya Novanto memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7/2017). Setya Novanto diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP (KTP Elektronik) dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Ketua DPR Setya Novanto memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7/2017). Setya Novanto diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP (KTP Elektronik) dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Perjalanan politik Novanto pada partai berlambang pohon beringin tersebut dimulai dari bawah.

Namun, berkat kelihaiannya bergaul, Novanto berhasil dipercaya di berbagai posisi strategis.

Termasuk menjadi Bendahara Umum Kosgoro selama beberapa periode hingga akhirnya menjadi Bendahara Umum Partai Golkar.

Pada krisis Partai Golkar ketika terjadi dualisme kepengurusan, Novanto juga mendapat kepercayaan Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie, untuk menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2018.

Namun, belum tuntas masa jabatannya, Novanto memutuskan mengundurkan diri pada 16 Desember 2015 lalu setelah tersandung kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam permintaan saham PT Freeport Indonesia.

Pada pelaksanaan Munaslub Golkar ini, Novanto juga merupakan kandidat dengan harta kekayaan terbesar, yakni sebanyak Rp 114.769.292.837 dan 49.150 dollar AS.

BIODATA

Nama lengkap: Setya Novanto

Tempat, tanggal lahir: Bandung, Jawa Barat, 12 November 1955

Agama: Islam

Jabatan: Anggota DPR RI (2014-2019)

Alamat kantor: Gedung DPR-RI Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10220

Alamat rumah: Jalan Wijaya XIII Nomor 19 RT 03 RW 03, Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Pendidikan:

- SD Negeri 6, Jakarta (1967)

- SMP Negeri 73, Jakarta (1970)

- SMA Negeri IX, Jakarta (1973)

- S-1 Universitas Trisakti, Jakarta (1983)

Perjalanan karier:

Pekerjaan :

- Pendiri CV Mandar Teguh

- Sales PT Sinar Mas Galaxi

- Kepala penjualan mobil wilayah Indonesia Timur

- Pendiri pompa bensin

- Pendiri PT Obor Swastika (peternakan)

- Direktur Utama PT Era Giat Prima

- Pedagang beras (1974-1974)

- Pemilik Tee Box Cafe & Resto Jakarta (1987)

- Direktur PT Dwisetya Indolestari Batam (1987)

- Komisaris Utama PT Nagoya Plaza Hotel Batam (1987)

- Komisaris Utama PT Bukit Ganit Mining Mandiri (1990)

- Direktur Umum PT Citra Permatasakti Persada (1991)

- Komisaris PT Multi Dwimakmur (1991)

- Komisaris PT Multi Dwisentosa (1991)

- Komisaris PT Bina Bayangkara (1991)

- Komisaris PT Solusindo Mitrasejati (1992)

- Komisaris Utama PT Orienta Sari Mahkota (1992)

- Managing Director PT Dwimarunda Makmur (1992)

- Direktur PT Menara Wenang Jakarta (1992-2004)

- Chairman Nova Group (1998)

- President Director PT Mulia Intanlestari (1999)

Legislatif:

- DPR dari Partai Golkar (1999-2004)

- DPR dari Partai Golkar (2004-2009)

- DPR dari Partai Golkar (2009-2014)

- DPR dari Partai Golkar (2014-2019)

- Ketua DPR periode 2014-2015

Kegiatan lain:

- Sekretaris Koordinator Bidang Pendidikan DPP Partai Golkar

- Bendahara Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai Golkar

- Wakil Ketua KONI

- Pembina Golf Putra Putri ABRI

- Wakil Ketua Yayasan Ki Hajar Dewantara

- Ketua Umum DPP Badan Musyawarah Pengusaha Swasta (Bamusha) Kosgoro

- Ketua Umum Yayasan Bina Generasi Bangsa

- Ketua DPP GM Kosgoro (1990-1994)

- Tim Pokja pertanggungjawaban DPP Golkar (1993-1998)

- Anggota Young President Organization (YPO) (1994)

- Wakil Sekjen Forum Pertemuan Asosiasi Pengusaha (FPAP) (1994-1998)

- Bendahara Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (1994-1998)

- Anggota Pembina Lapangan Golf di Pulau Batam (1994-1997)

- Bendahara Lemkasi (1995-1997)

- Anggota Pembinaan Olahraga Generasi Muda Kosgoro (1995-1996)

- Ketua Umum Bamuhas Kosgoro (1995-1996)

- Bendahara KONI Pusat (1995-1999)

- Bendahara Umum SEA Games XXVI (1996)

- Wakil Bendahara PON XIV (1996)

- Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Trisakti (1996-2000)

- Bendahara Umum Proyek SEA Games XIV (1997)

- Bendahara Umum Olympic Games XXVI (1998)

- Wakil Bendahara Partai Golkar (1998-2003)

- Wakil Bendahara DPP Partai Golkar (1998-2004)

- Tim 13 Munaslub DPP Golkar (1998)

- Bendahara Bappilu DPP Partai Golkar (1999)

- Bendahara Tim Olimpiade Atlanta, AS (1999)

- Bendahara KONI Pusat (1999-2003)

- Bendahara Umum PPK Kosgoro 1957 

- Bendahara Umum DPP Partai Golkar (2009-2013)

- Ketua Fraksi Partai Golkar (2015-sekarang)

Publikasi:

- Buku: Manajemen Presiden Soeharto: Penuturan 17 Menteri, Yayasan Bina Generasi Bangsa, Jakarta (1996)

Penghargaan:

- Indonesian Culture Award on ASEAN Program (1993)

- Indonesian Best Dressed Award (1993)

- ASEAN Entreprenuer Award (1993)

- Indonesian Culture Award on ASEAN Program (1994)

- Indonesian Year Books (1998)

Keluarga:

- Deisti Astriani Tagor, SH (istri)

- Anak: 4 (empat) orang





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer