Menyesal, Warga Kampung Cibubur Dan Kampung Makassar Merasa Tertipu Anies-Sandi Soal DP 0 Persen

Warga Kampung Makassar merasa tertipu janji manis Anies-Sandi soal DP 0 Persen, dia sarankan lebih baik lanjutkan program Basuki-Dja

Terlanjur ditipu, adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan warga yang telah memilih pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Pasalnya, meskipun belum dilantik secara resmi, program kerja yang dijual pada saat kampanye dirasa tidak akan terealisasi membantu rakyat kecil.
Seperti yang disampaikan Hendoro, Ketua RW 17, Kampung Makassar, Jakarta Timur yang mengungkapkan terang-terangan telah tertipu oleh janji Anies-Sandi soal kredit rumah bagi masyarakat kurang mampu yang menyatakan DP 0 persen.

"Ini namanya tertipu, masa gaji yang Rp7 juta ke atas baru bisa menikmati program itu. Bagaimana yang kerja gaji pas-pasan," kesal dia kepada infonitas.com, Kamis (13/7/2017).

Selain pesimis program DP 0 persen milik Anies-Sandi dapat terealisasi, sambung Hendoro, pria yang pada saat kampanye itu tergabung dalam relawan Kampung Joeang relawan Sandiaga Uno itu berpendapat agar Anies-Sandi mengikuti jejak program Basuki-Djarot terdahulu.

Hendoro menjabarkan, dari pada tetap mengikuti program kerja tersebut lebih baik memaksimalkan pembangunan rumah susun yang terintegrasi dengan transportasi umum seperti program Basuki-Djarot. 

"Sudah ikuti aja yang ada (program Basuki-Djarot), dari pada memperkaya yang sudah kaya," pungkas Hendoro.

Warga Cibubur Kecewa Dengan Program Rumah DP 0 Persen Anies-Sandi

Program rumah DP 0 persen gagasan Anies-Sandi tidak pro rakyat kecil, seorang karyawan swasta di Cibubur yang bergaji UMR mengeluh kebijakan ini.

CIBUBUR - Wakil Gubernur terpilih Sandiaga Uno mengungkapkan program DP 0 persen yang menjadi calon programnya hanya diperuntukan bagi masyarakat yang memperoleh gaji bulanan Rp7 hingga Rp10 Juta perbulan. Akibatnya, program Anies-Sandi memicu beragam pro kontra di masyarakat.

Seperti yang disampaikan Wisnu, seorang pegawai swasta di restoran cepat saji kawasan Cibubur, Jakarta Timur menanggapi kabar tersebut. Menurutnya, program tersebut tidak mendukung rakyat kecil.

"Kalau gajinya cuma UMR gimana?, engga bisa dapat program Dp 0 persen dong. Kan padahal kami juga ingin punya rumah sendiri," keluh Wisnu kepada Infonitas.com di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (12/7/2017).

Akibatnya, sambung Wisnu, pagi masyarakat yang gajinya tidak sesuai kriteria tetap tidak akan merasakan dampak dari program DP 0 persen dari pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

Wisnu membeberkan jika, program tersebut semakin memudahkan para kalangan menengah keatas yang memiliki gaji bulanan sesuai dengan kriteria program tersebut.

"Yang gajinya segitu (Rp7 juta sampai Rp10 Juta) meskipun pakai DP akan lebih mudah ketimbang kami yang pas-pasan," ungkap Wisnu.

Sebelumnya diketahui, dalam sesi jumpa pers di Posko Kemenangan Anies-Sandi di Melawai, Jakarta Selatan, Sanidaga Uno berujar program DP 0 persen bagi yang ingin memiliki rumah akan tetap terlaksana. Namun, ada kriteria khusus bagi masyarakat yang mau mengikuti program tersebut, salah satunya diwajibkan memiliki penghasilan perbulan Rp7 juta sampai Rp10 Juta.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer