Pengakuan mengejutkan pembunuh Siti Konaah alias Cindy yang Dibunuh di Cikarang

Infoteratas.com - Siti Konaah alias Cindy ditemukan tewas di Kompleks Meadow Green, Lippo Cikarang. Cindy diduga dibunuh oleh perampok yang menyatroni rumahnya. Di mata tetangga, Cindy dikenal baik.

"Kalau di kompleks ini kita memang individual, tapi tidak pernah ada masalah dia di sini. Kalau ketemu paling saling senyum saja," ujar tetangga Cindy, Widya, di Kompleks Meadow, Cikarang, Senin (24/7/2017).
Widya mengatakan Cindy sudah 1 tahun berada di rumah tersebut. Dia mengatakan rumah itu dikontrak kekasih Cindy, Mr Daichi asal Jepang. Rumah itu sudah dikontrak oleh Daichi selama 4 tahun.

"Kalau Mr Daichi sudah 4 tahun kontrak di sini, kalau Cindy baru 1 tahun di sini," ujar Widya.

Widya tak tahu persis tempat Cindy bekerja, hanya tahu tempat hiburan malam. Dia mengakui kehidupan warga di perumahan ini sangat individual.

"Kalau kerja dia di tempat hiburan malam. Lokasi kerjanya di mana saya tidak tahu," kata Widya.

Cindy ditemukan tewas pada Jumat (21/7) sore. Saat ditemukan, jasad Cindy dililit handuk.

Polisi menduga Cindy menjadi korban perampokan. Barang berharga milik Cindy, seperti mobil dan harta lainnya, hilang. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan terhadap Cindy, tapi bukan kekerasan seksual.

"Kami menduga kuat dia (Cindy) korban perampokan," ujar Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Asep Adi Saputra, Minggu (24/7).

Awal Mula Pembunuhan Cindy, Pelaku Sakit Hati karena Dimaki


Pelaku pembunuhan Siti Konaah alias Cindy (22) di rumahnya, di Kompleks Meadow Green, Lippo Cikarang, tak lain adalah personel satpam perumahannya. Polisi menduga pelaku yang berinisial DP ini membunuh Cindy karena kesal pernah dimaki-maki korban.

Kasus ini berawal dari minggu lalu. Saat itu Cindy hendak keluar dari rumah menggunakan mobilnya. Satpam pun menanyakan soal akses keluar-masuk perumahan. Diminta menunjukkan kartu akses, Cindy malah memaki satpam DP.


"Seminggu yang lalu itu korban keluar rumah menggunakan mobil putih keluar kompleks. Lalu pelaku kebetulan sedang bertugas menanyakan akses karena perumahan itu ada akses. Tapi kemudian dijawab tidak sopan dengan kata-kata: belagu lu, baru jadi satpam saja dan seterusnya. Yang intinya pelaku merasa tersinggung berat," ujar Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Asep Adi Saputra saat jumpa pers di markasnya, Cikarang, Senin (24/7/2017).

Dua hari dari peristiwa tersebut, DP mencari rumah Cindy dan berhasil menemukannya. DP pun menghampiri rumah Cindy dengan maksud mengingatkan Cindy supaya tidak mengulangi perbuatannya.

Saat masuk rumah Cindy, DP mengingatkan Cindy agar tidak berbicara kasar kepada seluruh sekuriti di perumahan tersebut.

"Pelaku bicara: kamu jangan bicara begitu dengan sekuriti. Tidak sopan dan seterusnya. Tapi korban langsung bereaksi dengan cara teriak. Di situlah awal kepanikan pelaku. Kemudian pelaku mencoba melumpuhkan si korban ini dengan cara mencekik lehernya," ucap Asep.

Setelah memastikan korban tewas, DP melihat ada kunci mobil milik Cindy tergantung. DP lalu mengambil mobil HR-V milik Cindy.

"Ketika dia mau keluar, di pintu itu tergantung kunci yang ada remote control-nya. Di situlah kemudian dia mengambil remote control itu sekaligus berfungsi sebagai kunci di mobil, kemudian mobil itu dibawa pergi," ucapnya.

Polisi Cari Tahu Motif Satpam Bunuh Cindy di Cikarang


Siti Konaah alias Cindy (22) dibunuh DP, yang tak lain adalah petugas satpam di perumahannya di Kompleks Meadow Green, Lippo Cikarang. Belum diketahui motif pembunuhan itu, karena dendam atau murni perampokan.

"Motif yang sesungguhnya masih kita terus dalami. Kalau sementara kita lihat dari peristiwa ini dilatarbelakangi perasaan kesal dan marah. Apakah ini terencana dan yang lain-lain masih kita dalami," ujar Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Asep Adi Saputra saat jumpa pers di markasnya, Cikarang, Senin (24/7/2017).

Mengenai pelaku yang turut membawa mobil dan ponsel Cindy, Asep juga belum bisa memastikan apakah ini bernuansa perampokan murni atau bukan. Dia mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan.

"Yang jelas, alat bukti dan bukti-bukti yang lain tentu sudah kita bisa konstruksikan. Sementara ini adalah sebuah perampokan yang didahului dengan penganiayaan yang begitu berat sehingga mengakibatkan meninggal dunia. Apa pun alasan dari para pelaku, dia mengambil barang-barang milik korban," ucapnya.

Polisi juga menemukan airsoft gun saat menangkap DP di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi menduga DP memang memiliki bakat kriminal.

"Kemudian pengembangan dari tim yang dipimpin Pak Kasat Reskrim juga kita temukan senjata airsoft gun ini. Kalau ini masih kita dalami karena tidak berhubungan langsung dengan peristiwa. Tapi, dengan alat ini juga menjadi bagian informasi terpenting bagi kami untuk mengembangkan kasus ini, bagaimana dia sesungguhnya karena dia punya sebuah bakat kriminal," ucapnya. (detik.com)





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer