Polisi Siapkan Skenario Tangkap Rizieq Shihab di Bandara

Kapolres Bandara Soekarno Hatta Komisaris Besar Arif Rachman menyatakan sudah menyiapkan skenario untuk menangkap pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di tanah air.

Rizieq yang terjerat kasus dugaan percakapan pornografi itu kini masih bertahan di Arab Saudi sejak berangkat umrah bersama keluarganya pada April lalu.
"Kami sudah antisipasi pengamanan jadi sesuai SOP (Standar Operasional) yang ada," kata Arif di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang Selatan, Kamis (6/7).

Walaupun begitu, Arif menyatakan, pihaknya menunggu instruksi apakah membawa Rizieq langsung ke Polda Metro Jaya atau ditahan sementara di kantornya.

"Nanti kami tunggu perintah selanjutnya dari Polda," kata Arif.

Lihat juga:Ditjen Imigrasi Tunggu Permintaan Pencabutan Paspor Rizieq
Selain itu, Arif pun menegaskan bakal melarang massa FPI yang bakal ikut menjaga Rizieq nantinya. Alasannya, kata Arif, wilayah bandara merupakan salah satu objek vital nasional yang harus bebas dari kerumunan massa.

"Kami menggarisbawahi, wilayah bandara harus steril," kata Arif.

Sementara itu, hingga saat ini, kepolisian yakin Rizieq bakal kooperatif dan akan kembali dengan sendirinya ke Indonesia tanpa dipaksa.

"Dia pasti rindu pulang," kata Argo kemarin.

Argo mengatakan pihaknya sejauh ini bakal lebih dahulu melengkapi berkas Rizieq. Setelah itu baru akan memeriksa dia ketika kembali ke Indonesia.

Lihat juga:Polisi Libatkan Psikolog Periksa Firza Husein
Sementara itu di kubu Rizieq ada gerakan untuk mengusahakan 'penutupan kasus' tersebut. Salah satunya adalah dengan cara menawarkan rekonsiliasi kepada pemerintah Indonesia. Hal itu salah satunya disampaikan kolega Rizieq yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) saat menemui Presiden RI Joko Widodo di Istana pada hari raya Idul Fitri lalu.

Saat ini belum ada keputusan apakah Pemerintah mau menerima tawaran Rizieq. Sementara dari kepolisian menyatakan penyelesaian kasus tersebut tak akan terpengaruh politik.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer