Respons Menohok Presiden Jokowi Menyasar Rencana Pemblokiran Telegram


Keputusan untuk menutup domain layanan pesan Telegram, didasari oleh masih banyaknya muatan terorisme.

Pengelola situs pun dinilai tidak bisa mengendalikan hal ini sehingga pemerintah kemudian melakukan kebijakan untuk memblokir sebelas domain Telegram.
Presiden Joko Widodo mengatakan, keputusan untuk memblokir layanan Telegram karena masih tersebarnya isi yang bermuatan terorisme dan membahayakan keamanan negara dan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri peresmian Akademi Bela Negara (ABN) NasDem di Jalan Pancoran Timur II, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).

Menurut Presiden Jokowi, bukan hanya satu, dua, tiga, empat, lima, atau enam, tapi ada ribuan konten yang dapat dikategorikan membahayakan keamanan negara yang terdapat di layanan pesan Telegram.

Pemerintah juga sudah mengamati lama sebelum mengambil keputusan untuk memblokir layanan Telegram.

Selengkapnya, termasuk pernyataan Presiden Jokowi, simak tayangan video di bawah ini.






Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer