Sadis! Lihat Ini, Bocoran Demo Lengserkan Menteri Susi Pudjiastuti

**Press Rilis
FRONT NELAYAN INDONESIA

SERUAN AKSI NELAYAN DAN PARTISIPASI MAHASISWA SE-INDONESIA KEPUNG ISTANA NEGARA 11-12 JULI 2017
Tema:
KEMBALI KE LAUT: SELAMATKAN PERIKANAN INDONESIA

Aksi demonstrasi ini adalah bentuk keprihatinan dunia perikanan tangkap yang dilarang alat tangkapnya oleh Susi Pudjiastuti, pembudidaya ikan kerapu, industri perikanan kolaps dan peredaran kapal asing di laut Indonesia. Apalagi, Susi Pudjiastuti terlibat dalam beberapa skandal seperti pemberian rekomendasi impor garam, gagalnya tender pengadaan kapal, gagalnya pengadaan alat tangkap hingga korupsi anggaran komando pemberantasan illegal fishing. Atas berbagai peristiwa tersebut sudah layak Susi Pudjiastuti di singkirkan dari kabinet karena telah menyengsarakan nelayan.

Kemerdekaan nelayan tak akan tercapai apabila penjajahan atas nelayan belum dihapuskan dari berbagai peraturan dan UU yang berlaku. Nelayan menjadi korban bengisnya penguasa dari berbagai produk kebijakan yang selama ini tidak mampu mensejahterakan. UUD 1945 telah mengamanahkan bahwa rakyat yang didalamnya ada nelayan harus di beri ruang untuk mendapatkan nafkah keluarga, berkumpul dan berproduksi ekonomi. Tetapi, sampai saat ini nelayan belum terlihat sejahtera karena negara sendiri memerasnya.

Atas berbagai persoalan diatas, harusnya Jokowi - JK lebih bisa memberi manfaat kepada nelayan, selama 3 tahun ini perjuangan nelayan belum ada solusi yang bisa dijamin. Sehingga nelayan pun tak kunjung mendapat kesejahteraan dari negaranya sendiri, Jokowi - JK membiarkan menteri Susi Pudjiastuti menindas nelayan dengan berbagai peraturan yang buatnya. Menjadi menteri selalu monoton, tak pernah mau kompromi dan musyawarah dengan nelayan sehingga tak pernah ada solusi dari setiap kebijakannya. Dan kami mengajak kepada seluruh petani nelayan, mahasiswa dan pemuda Indonesia untuk turun ke jalan dan bersatu untuk “Kembali Ke laut: Selamatkan Perikanan Indonesia”. Kami mengajak kepada seluruh petani nelayan, mahasiswa dan pemuda Indonesia untuk turun kejalan, yang insya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Selasa - Rabu, 11-12 Juli 2017, Waktu: 10.00-Selesai. Estimasi Massa: 10.000, Tempat: Istana Negara. Titik Kumpul Kantor PP muhammadiyah dan Masjid Istiqlal Jakarta

Dengan tuntutan sebagai berikut adalah:

Mendesak Presiden RI untuk mencopot Susi Pudjiastuti dari jabatannya sebagai menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia karena terbukti merusak masa depan perikanan Indonesia

Mendesak kepada Presiden RI untuk membatalkan seluruh peraturan yang dibuatkan oleh Susi Pudjiastuti sehingga berdampak pada ambruknya perikanan Indonesia. Maka segera Presiden Jokowi mengambil kebijakan selamatkan perikanan Indonesia.

Mendesak kepolisian RI Cq. Bareskrim Polri untuk memeriksa Susi Pudjiastuti terkait skandal import garam yang merugikan rakyat.

Mendesak KPK untuk memeriksa Susi Pudjiastuti terkait hasil audit BPK RI Disclaimer atau Tidak menyatakan pendapat (disclaimer of opinion) setelah melalui proses audit yang ketat sehingga indikasi dan potensi kerugian Negara sangat besar yang mencapai triliunan rupiah.

Meminta kepada Presiden untuk selamatkan perikanan Indonesia dengan sepenuhnya mengabil kebijakan secepatnya untuk memperbaiki ratusan Industri atau Unit Pengolahan Ikan (UPI) seluruh Indonesia akibat pelarangan alat tangkap Cantrang, Payang, Pure Sein dan mandegnya perizinan operasional kapal nelayan.


Menolak menerima Alat Tangkap Gill Nett program KKP karena dilarang oleh PBB dan melanggar Konvenan HAM Dunia serta di duga terjadi korupsi terhadap anggaran Negara dalam pengadaan alat tangkap Gill Nets.

Selamatkan uang negara (ABPN) triliunan rupiah atas kegagalan pengadaan kapal Inka Mina dan Mina Maritim oleh Susi Pudjiastuti dan para kroninya. Mereka hanya membagi kapal sesuai golongan saja tanpa melihat nelayan secara keseluruhan.

Legalkan Cantrang, Payang dan Pure Sein sebagai alat tangkap nelayan secara permanen tanpa ada perbedaan cara pandang terhadap nelayan.

Seluruh Nelayan Indonesia menolak kapal-kapal FiberClass bantuan KKP karena tidak sesuai spesifikasi, tidak berijin SIPI dan SIKPI dan di Indikasi terjadi korupsi anggaran Negara dimulai dari tender hingga distribusi kapal. Maka meminta pada penegak hokum agar Susi Pudjiastuti diperiksa dan dipenjara.

Mendesak kepada Megawati soekarnoputri agar tidak menahan-nahan Susi Pudjiastuti dari jabatannya

Mendesak para penegak hokum untuk membebaskan para nelayan yang dikriminalisasi oleh peraturan menteri KKP Susi Pudjiastuti.
Demikian press rilis ini kami sampaikan, agar kawan-kawan media dapat memberitakannya. Terima kasih atas kerjasama dan partisipasinya.

Koordinator Lapangan
Front Nelayan Indonesia
Rusdianto Samawa
085716180881

Koordinator Himpunan Mahasiswa Perikanan Seluruh Indonesia (HIMAPIKANI)
Afan Arfandia
085645653494

Koordinator Mahasiswa Wilayah DKI Jakarta
Anhar Tanjung
085280922290

Koordinator Daerah:

Sudarlin (Lamongan, 500 Orang Massa Aksi)

Lestari Priyanto (Rembang, 1000 Orang Massa Aksi)

Heri Budiyono (Juwana, 1000 Orang Massa Aksi)

Kasrori (Batang, 1000 Orang Massa Aksi)

Imam Karomaen / Hery Budiman (Tegal, 2000 Orang Massa Aksi)

Ahmad (Brebes, 1000 Orang Massa Aksi)

Tajidin (Indramayu, 500 Orang Massa Aksi)

H. Anwar Mustofa (Tangerang, 250 Orang Massa Aksi)

H. Anwar Sadat (Sukabumi, 600 Orang Massa Aksi)

Nawawi (Pandeglang, 500 Orang Massa Aksi)

Zainul Abidin (NTB, 50 Orang Massa Aksi)

Rimbo Bugis (Maluku, 50 Orang Massa Aksi)

Ramli Jakarta (PNPII, 350 Orang Massa Aksi)

Hendri Muara Baru Jakarta (1000 Orang Massa Aksi)

Kajidin Probolinggo (200 Orang Massa Aksi)

Afan Arfandia (Massa Aksi 100 Mahasiswa Perikanan)

Anhar Tanjung (10 Badan Eksekutif Mahasiswa)*





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer