Satu Periode, Jokowi Fondasi, Ahok Membangun, Djarot Mempercantik

Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta periode 2012-2017 memiliki keistimewaan tersendiri. Bagaimana tidak, dalam rentan waktu lima tahun, kursi DKI satu diduduki oleh tiga sosok yang berbeda.

Berawal dari Joko Widodo (Jokowi), kemudian diganti oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan kini pucuk pemerintahan tertinggi Pemprov DKI ada di tangan Djarot Saiful Hidayat.
"Jadi, Jakarta itu unik. Ini dalam lima tahun (pemerintahan di DKI) juga seperti itu (dipimpin tiga orang Gubernur bergiliran)," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Djarot pun kemudian mengurai manfaat dari tongkat estafet ketiganya sebagai gubernur di periode yang sama. Menurutnya, saat Jokowi memimpin, yang dilakukan adalah meletakan fondasi.

"Pak Jokowi yang memulai meletakkan dasar-dasar pembangunan di Jakarta," ujarnya.


Sementara Ahok yang membangun di atas fondasi yang dibuat Jokowi. Dan apa yang dilakukan Ahok, dinilai Djarot sangat baik. "Pak Ahok yang kemudian menyelesaikannya dengan sangat baik," kata politisi PDI-P itu.
Setelah Ahok, Djarot mendapatkan kesempatan untuk memberikan sentuhan terakhir atau mempercantik ibukota negara ini. "Dan kemudian saya diberikan kesempatan selama 6 bulan untuk memberikan sentuhan terakhir," ujar Djarot.

Semuanya itu dilakukan semata-mata demi warga dan kemajuan kota yang dulu dikenal dengan sebutan Batavia ini. "Semuanya ini adalah untuk warga Jakarta tanpa terkecuali, tanpa ada diskriminasi," tutup Djarot.

Seperti diketahui, Jokowi-Ahok dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2012 silam. Kemudian Jokowi yang terpilih menjadi presiden dan menyerahkan kursi DKI satu ke wakilnya, Ahok.

Ahok kemudian menggandeng Djarot sebagai wakil untuk menjalankan roda pemerintahanan Jakarta. Mereka dilantik pada November 2014.

Seiring berjalannya waktu, Ahok tersandung kasus penistaan agama dan divonis bersalah serta dihukum dua tahun penjara. Maka wakilnya, Djarot, menggantikan posisi dia sebagai gubernur. Djarot dilantik pada Juni 2017 lalu.

Djarot menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga Oktober 2017 tanpa wakil gubernur, mengingat masa jabatan yang hanya sekitar empat bulan. Setelah itu, ia akan diganti oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan - Sandiaga Uno.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer