Sebelum Pergi ke Suriah, Ternyata Terduga Simpatisan ISIS sempat Lakukan ini

Terduga simpatisan kelompok radikal ISIS atas nama Toni Rianda (24) berhasil ditangkap tim gabungan Polda Sumsel di Gelumbang, Muaraenim, Sabtu (8/7/2017) pukul 15.30 WIB.

Pria asal Kampar, Riau, Pekanbaru ini mengaku ingin pergi ke Suriah setelah cukup lama menyebarkan ujaran kebencian di media sosial, salah satunya menuliskan kata-kata aparat kepolisian bagian dari negara thoghut dan layak untuk dibunuh.
"Penangkapan TR ini setelah kepolisian mendapatkan informasi berdasarkan medsosnya banyak postingan yang mendukung pergerakan ISIS. Dari hasil pembicaraan awal juga, TR bilang: Saya mau ke Suriah," kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si di Mapolda Sumsel.

Dikatakan, pihaknya belum menetapkan status TR sebagai tersangka, tapi dari postingan ujaran kebencian itu ia akan dikenakan UU ITE.

Pihaknya juga akan tetap melakukan pemeriksaan intensif guna menguak motif pelaku melakukan tindakan tersebut.

"Kita akan lakukan pendalaman, apa maksudnya bilang Polisi dikatakan Thoghut," katanya.

Sebelumnya, dari data yang dihimpun SripoKU.com, Toni memang sudah diincar atau menjadi buron selama tiga bulan, sebelum akhirnya tertangkap di Gelumbang.

Berbekal informasi dari Tim Cyber Patrol Polda Sumsel, aparat kepolisian langsung memburu TR dan diketahui tengah melakukan perjalanan menuju ke Palembang dari Muaraenim.

Sebelumnya, Toni Rianda sempat menempuh perjalanan di wilayah Musi Rawas dan melintas di Kabupaten PALI, tepat di wilayah Pendopo.

Tak lama kemudian, warga Jalan Sembilang No.66 Rt/Rw 005/ 004 Pekanbaru, Riau ini menuju Simpang Belimbing menggunakan angkutan umum dan naik bis AKDP jurusan Tanjung Enim menuju Palembang

Tim gabungan dari Polsek Gelumbang dan Ditreskrimum Polda Sumsel pun melaksanakan razia kendaraan yang informasinya digunakan atau ditumpangi Toni Rianda (24) di Jalan Raya Prabumulih menuju Palembang.

Setelah ditunggu, sekitar 15 menit kemudian melintas kendaraan bis 'Juwita' nomor polisi BG 7713 AU.

Tepat di depan jalan raya depan Polsek Gelumbang kendaraan tersebut diberhentikan oleh anggota polsek kemudian dilakukan pemeriksaan dan ditangkaplah Toni dengan posisi duduk di bagian depan sebelah kiri mobil atau disamping pengemudi sopir kendaraan.

Polisi pun mengamankan barang bukti tiga unit handphone, laptop, gunting, sebo dan lainnya.

Pelaku kemudian sempat diamankan di Polsek Gelumbang dan dibawa Polda Sumsel dengan pengawalan ketat.

"Isi dari Laptop TR pun masih kita lakukan pemeriksaan, apakah ada indikasi tergabung dalam jaringan Suriah atau tidak.

Tapi sejauh ini belum, karena dia mengaku kurang lebih baru beberapa bulan," kata Agung.

Menurut Agung, awal mula Toni hingga mendukung pergerakan ISIS karena kerap berselancar di dunia maya dan tergabung dalam grup telegram sesama simpatisan ISIS.

Dari sanalah terbentuk pola pikir kalau Indonesia sebagai negara Thoghut dan harus dilawan, aparat kepolisian juga termasuk didalamnya.

"Di sana dia menuliskan kata-kata kebencian, aparat kepolisian bagian dari negara thoghut dan layak untuk dibunuh," ungkapnya.

Sementara Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo, SIk, MSi mengatakan Toni Rianda tidak tahu sudah menjadi target operasi dan dalam pengejaran polisi, hingga pihaknya mengerahkan sekitar 30 anggota gabungan Polda Sumsel, termasuk Brimob untuk melakukan penangkapan.

"Kita akan terus melakukan pemeriksaan terhadap TR ini, dan mencari keterkaitan dengan jaringan teroris di Sumsel," jelasnya.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer