Soal Isu China Bantu Pemindahan Ibu Kota RI, Luhut: “Kau Pikir Negeri Ini Miskin?”

Luhut Binsar Panjaitan yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman menepis isu pemindahan ibu kota dipengaruhi oleh China. Ia menandaskan, China tidak memberikan bantuan dan rencana pemindahan Ibu Kota merupakan sepenuhnya urusan pemerintah—bukan negara lain.

“Enggak ada urusan China ikut urus Ibu Kota kita. Enggak ada itu, kau pikir negeri ini miskin? Enggak ada China ikut-ikut urus campur Ibu Kota kita!” tegas Luhut di kantornya, Jakarta, Rabu (5/7/2017), sebagaimana dikutip dari rilisan Merdeka, petang ini.


Kendati demikian, Luhut enggan membeberkan lebih lanjut terkait pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan. Dia menyerahkan sepenuhnya ke Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro.

“Coba nanti tanya pak Bambang (Menteri Bappenas),” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah RI akan memindahkan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta. Rencananya, pemindahan ini ditargetkan harus rampung hingga akhir tahun 2017 sehingga pada 2018 atau 2019 sudah bisa dieksekusi.

Rampungkan Proposalnya Dulu

Target ini pun sudah diamini oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, minimal proposal pemindahan Ibu Kota sudah dirampungkan sebagai progresnya.

“Kalau tahun ini mungkin proposallah,” cetusnya di Kantor Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (4/6/2017) lalu.

Diungkapkan Wapres JK, pemerintah terus melakukan kajian mendalam demi untuk mewujudkan rencana akbar tersebut. Ia mengatakan pembuatan kajian pemindahan Ibu Kota ini juga bukanlah perkara mudah.

“Kajian itu bertingkat-tingkat, ada kajian awal, ada kajian yang tentu sudah lebih mendalam, ada kajian bagaimana pembangunannya. Yang jelas, macam-macam. Bertingkat-tingkat itu,” demikian keterangan yang diberikan Wapres JK.

Presiden yang Putuskan

Dihubungi terpisah, Sofyan Djalil selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional menegaskan keputusan administratif soal pemindahan Ibu Kota hanya bisa dilakukan Presiden Joko Widodo.

“Kalau ini kan keputusan administratif, Presiden memutuskan.”

Sejauh ini, pemerintah masih dalam kajian guna mencari lokasi tepat untuk Ibu Kota baru.

“Kita sedang cari alternatif tempat di samping Palangkaraya, tempat yang paling suitable yang paling bagus,” tambahnya lagi.

Baca juga: Ternyata Pelapor Anak Jokowi Juga Berstatus Tersangka Ujaran Kebencian, Maling Teriak Maling? (Video)

Menteri Bambang menyebutkan, kemungkinan besar Ibu Kota baru akan berada di Kalimantan. Namun, dia juga tidak merinci lokasi pastinya.

Selain itu, terkait pendanaan, pemerintah akan membuka kerja sama dengan swasta dalam bentuk Public Private Partnership (PPP). Ini dikarenakan pembangunan Ibu Kota baru membutuhkan dana infrastruktur yang lumayan besar. Tanpa melibatkan pihak swasta, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tentu akan terbebani dan kewalahan.




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer