Tiru Yesus Berjalan di Atas Air, Pendeta Ini Jadi Santapan Tiga Ekor Buaya dalam Beberapa Menit Saja

HIDUP seorang pendeta di Zimbabwe berujung tragis saat ia hendak memperlihatkan 'kekuatan' Tuhan kepada para jemaatnya.

Jonathan Mthethwa, sang pendeta, akhirnya tewas dimangsa tiga ekor buaya saat ia menunjukkan aksinya meniru Yesus berjalan di atas air, demikian kabar express.co.uk, Minggu (16/07/2017).
Jemaat yang sangat syok menyaksikan itu mengatakan, sang pendeta sudah berdoa semalaman sebelum menjalankan aksinya.

Dia juga berpuasa demi memperlihatkan mukjizat karena terinspirasi kisah Alkitab tentang Yesus yang berjalan di atas air saat terjadi badai.

Para jemaat dari Gereja Akhir Zaman Para Kudus itu tampak ngeri melihat sang pendeta menjadi santapan dalam beberapa menit saja.

Jemaat menyebut bahwa sang pendeta sempat berjalan sejauh 30 meter ke tempat yang oleh warga setempat disebut 'Sungai Buaya'.

Sebelumnya, pendeta itu mengatakan kepada jemaat bahwa pada titik itu di akan bangkit dan berjalan di atas air.

Malang, sekelompok buaya yang awalnya tak kelihatan langsung menyerangnya secara brutal.

Diakon Nkosi berkata, "Pendeta mengajarkan kita tentang iman pada hari Minggu pekan lalu."

"Dia berjanji akan menunjukkan keyakinannya kepada kami hari ini, tapi sayangnya dia akhirnya tenggelam dan dimakan oleh tiga buaya besar di depan kami."

Kami masih belum mengerti bagaimana ini terjadi karena dia berpuasa dan berdoa sepanjang pekan."

Nkosi juga menyebut kematian sang pendeta begitu cepat dan brutal.

"Buaya-buaya itu menyelesaikannya dalam beberapa menit," kata dia. "Yang tersisa hanya sepasang sandal dan pakaian yang mengapung."

Pertolongan darurat sempat datang ke lokasi, namun mereka terlambat menyelamatkan sang pendeta.

Di Zimbabwe, serangan buaya kerap terjadi. Bulan lalu seorang anak laki-laki 11 tahun terbunuh oleh seekor buaya saat berenang di sungai yang meluap karena hujan lebat.

Para lelaki dari desa kemudian memburu buaya itu, membunuh, kemudian memotongnya untuk mengeluarkan sang tubuh sang anak dari dalam perut.

Juru bicara kepolisian mengatakan, "Tahun ini hujan sangat sering dan jelas buaya pasti ada di sungai kami. Penduduk desa seharusnya tidak mempertaruhkan nyawa mereka dengan berenang atau mencoba menyeberangi sungai yang meluap."





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer