Uji Coba Simpang Susun Semanggi Sukses, Nama Ahok Dikenang. Momen Ini Mengharukan, Simak!

Pembukaan jalur untuk uji coba, dihadiri di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Sekretaris Daerah Jakarta Saefullah, dan Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Wijatmoko.

Setelah jalur dibuka, Djarot dan Saefullah menjajal jalan layang yang bentuknya melingkar-lingkar itu.
Dalam sambutan tadi, Djarot menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri Basuki yang telah menerbitkan Sertifikat Layak Fungsi pembangunan Simpang Susun Semanggi.

"Mudah-mudahan persembahan anak bangsa ini benar-benar membawa kebaikan, kedamaian, dan prestasi tersendiri," ujar Djarot di taman seberang halte Transjakarta Semanggi.

Djarot menyebut proyek yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya tersebut merupakan jembatan layang dalam kota terpanjang di Indonesia.

Jembatan layang melengkung ini disebutnya sebagai karya monumental dan artistik. Di sisi-sisinya dihias ornamen gigi balang khas Betawi.

"Ditambah pencahayaan yang sangat bagus. Ini adalah persembahan anak bangsa. Sebenarnya kalau kita mempunyai keyakinan kita bisa bangun apapun juga," kata Djarot.

Djarot mengatakan proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi terealisasi berkat sentuhan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).



"Harus diakui, pembangunan Simpang Susun Semanggi ini adalah berkat keberanian dari Pak Basuki Purnama," kata Djarot.


Djarot mengatakan ketika Ahok masih menjabat gubernur, Ahok meminta Wika serius menyelesaikan pembangunan dengan target 1,5 tahun. Ternyata, proyek selesai dua bulan lebih cepat dari target. Proyek itu dikerjakan mulai 16 Maret 2016.



"Tantangan itu dijawab anak-anak muda. Bukan hanya mampu, tapi ini lebih cepat dari yang direncanakan dua bulan," katanya.


Djarot juga mengapresiasi Saefullah. Saefullah yang menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company. Mitra Panca merupakan swasta yang membiayai bangunan ini dari dana kompensasi pelampauan koefisiensi lantai bangunan.

"Bukan hanya Pak Basuki yang punya keberanian. Termasuk Pak sekda menadatangani PKS supaya benar ini mampu kedepanya mengurai kemacetan," kata Djarot.



Masih ada sisa uang Rp219 miliar

Saefullah mengungkapkan pembangunan Simpang Susun Semanggi menghabiskan biaya sekitar Rp360 miliar, artinya masih sisa dana Rp219 miliar dari total dana dari Mitra Panca. Sisa dana nantin akan digunakan untuk keperluan memperbaiki trotoar.

"Nanti dari Benhill sampai Monas juga dibangun (trotoar) dengan KLB yang lain. Kita sudah MoU. Di bawahnya sudah ada ducting. Sehingha tidak ada halangan lagi di atas pedestrian," kata Saefullah.

epala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menerangkan Simpang Susun Semanggi bisa digunakan untuk akses mobil yang ingin berbelok kanan dari jalan arah barat atau daerah Tomang-Slipi menuju area Blok M.

Jalur tersebut juga bisa dipakai akses berbelok dari arah timur atau daerah Cawang menuju kawasan Benhil-Jalan Thamrin.

"Sementara untuk kupingan Semanggi eksisting, hanya akan digunakan untuk kendaraan berputar dari arah Slipi kembali ke arah Slipi, dan dari arah Cawang kembali ke Cawang. Serta belok kanan dari Blok M menuju Cawang dan dari Benhil menuju Slipi-Tomang," kata Andri.

Proyek monumental tersebut rencananya diresmikan Presiden Joko Widodo pada HUT ke 72 Republik Indonesia, 17 Agustus.


Penggunaan Anggaran Proyek Simpang Susun Semanggi Sisa Rp219 Miliar 

Sekretaris Daerah DKI Saefullah mengatakan nilai KLB PT MPP untuk pembangunan Simpang Susun Semanggi mencapai sekitar Rp360 miliar dari total Rp579 miliar.

"Karena pembangunan SSS itu dilakukan secara efisien, maka ada sisa sekitar Rp219 miliar. Kami sudah tanda tangani untuk pembangunan pedesterian, trotoar dan utilitas," ujarnya di Balai Kota, Rabu, 26 Juli 2017.

Pembangunan simpang susun Semanggi oleh PT MPP dilakukan sebagai kompensasi untuk meninggikan gedung Wisma Sudirman dari 17 lantai menjadi 60 lantai sesuai yang diatur dalam Peraturan Gubernur No. 210/2016 tentang koefisien bangunan.

Berdasarkan hasil penghitungan kompensasi nilai yang harus dikeluarkan PT MPP senilai Rp579 miliar. Adapun, kompensasi yang menjadi kewajiban perusahaan berupa infrastruktur atau ruang terbuka hijau.

Saefullah mengatakan sisa nilai KLB pembangunan simpang susun Semanggi digunakan untuk pedestrian di kawasan Jalan Sudirman dari Kali Krukut, Bendungan Hilir sampai Patung Pemuda Senayan dan di kawasan Gatot Subroto dari Kartika Candra sampai Taman Ria Senayan sepanjang 3,5 kilometer.

"Selain itu akan dibangun juga saluran untuk ducting. Jadi nanti kabel, fiber optic, gas hingga saluran air bisa pakai ducting itu. Harapannya ke depan Jakarta menjadi lebih rapi," katanya.

Pembangunan saluran bawah tanah ini akan digencarkan untuk kebutuhan berbagai utilitas. Dengan begitu, ke depan jika ada yang mau pasang kabel dari pihak swasta atau pun perusahaan negara bisa sewa ducting ke DKI.

"Dengan pemasangan ducting ini nanti kalau mau tanam kabel tidak usah gali lagi trotoar karena kami sudah siapkan tempatnya," kata Saefullah.(suara.com/tempo.co.id)





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer