Bang Fahri Minta Pansus Panggil Jokowi, Loh kok Tsamara yang Ngambek?

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak usulan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang meminta Presiden Joko Widodo dipanggil dalam pansus hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penolakan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat PSI, Tsamara Amany. 

Lagi-lagi, untuk kesekian kalinya Tsamara gerah dengan pernyataan Fahri. Kritik Tsamara pada Fahri kali ini bukan kali pertama, setelah sebelumnya generasi milenial ini perang kicauan (twitwar) di Twitter.

"Kenapa Presiden Jokowi harus diseret dalam persoalan ini? KPK tidak berada di bawah kendali Presiden. Jadi, kenapa kok Presiden yang dimintai pertanggung jawaban?," tukas Tsamara kepada JawaPos.com, Kamis (24/8). 



Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah (JawaPos.com)


Tsamara menilai Fahri Hamzah tidak memahami undang-undang jika dirinya menganggap KPK berada di bawah kendali Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. 

Dalam UU KPK, kata dia, sudah jelas menyatakan bahwa KPK merupakan lembaga negara yang independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun. "Artinya, termasuk bebas dari pengaruh kekuasaan Presiden," tambah Mahasiswi Universitas semester 6 Universitas Paramadina ini.

Selain itu, PSI melihat wacana pemanggilan Presiden menunjukkan bahwa arah pansus hak angket makin tidak jelas dan mengada-ada. "Ini kan makin tidak jelas, apa ujung dari semua ini? Aturan ditabrak, koruptor di Sukamiskin disambangi, sekarang mau manggil Presiden," papar Tsamara.

Pihaknya berharap DPR bisa lebih fokus mendukung Presiden Jokowi terkait pembangunan yang sedang berjalan daripada meributkan soal pemanggilan Presiden ke pansus hak angket KPK. Tsamara menilai Presiden Jokowi saat ini sedang gencar bangun konektivitas antar daerah dari Sabang sampai Merauke. 

"Harusnya ini didukung, dibantu. Bukan justru merepotkan dengan pansus hak angket KPK," tutupnya.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer