'Habisi' Istri Kades Karena Incar Harta, Oknum Marinir Gunakan Uang Rampasan Untuk Hal Ini

Pembunuh Luluk Diana ditangkap di kawasan Ngantang, Malang, Jawa Timur pada Jumat (11/8/2017).

Pembunuh istri Kepala Desa Sidojangkung Kecamatan Menganti, Gresik tersebut merupakan oknum Marinir TNI AL berinisial Y.
Dari hasil penyelidikan kemudian diketahui Y melakukan tindak kejahatan karena tergiur uang yang dibawa Luluk.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Luluk meminta Y agar mengawalnya ke bank saat akan mengambil uang cash ratusan juta.

"Iya, pelakunya tunggal, jadi hanya ada pelaku dan korban saja. Untuk motifnya ini pelaku murni ya ingin menguasai barang milik korban, tidak ada urusan asmara," kata Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Teguh Yuswardhie.

Penangkapan pelaku di Malang berlangsung dramatis.

Hal ini lantaran pelaku sempat mencoba untuk kabur.
Di sisi lain, pihak kepolisian ternyata juga melakukan penggeledahan di kediaman pelaku pada hari yang sama.

Di rumah yang berada di Kedamean, Gresik tersebut. aparat kemudian menemukan sejumlah barang bukti berupa sepucuk senpi plus puluhan amunisi dari berbagai kaliber, uang tunai sebesar Rp 133.0250.000 dan kaos warna hijau serta celana jeans yang dipakai tersangka.

"Baju yang disita adalah baju yang dipakai tersangka saat membunuh korban dan itu terekam di CCTV di Bank BCA di Kota Mojokerto," ujar AKBP Teguh sebagaimana dikutip dari Tribun Jatim.

Dijelaskan Teguh, pelaku diduga sudah mempersiapkan aksi kriminalnya tersebut dengan sangat matang.

Senpi yang diakui tersangka diperoleh dari Aceh saat dinas disana, diselipkan di balik baju yang dipakai.
Begitu perjalanan pulang dari Mojokerto menuju Gresik, mobil Toyota Yarris putih milik korban yang disopiri tersangka tiba-tiba dihentikan di hutan Watu Blorok.

Sementara itu, usai mengeksekusi korban, pelaku pun langsung membawa kabur uang Rp 150 juta.

Ia juga membawa mobil korban ke arah Krian, Sidoarjo.
Menurut AKBP Teguh, tersangka YS langsung pulang ke Perum Griya Samodra Asri, Kramat Jegu, Taman, Sidoarjo.

Tak berselang lama, pelaku diketahui membeli mobil baru.

Uang Rp 30 juta hasil rampasan dari istri kades digunakan pelaku untuk membayar uang muka Honda Jazz W 1797 YC di Kedamean, Gresik.

Setelah itu, tersangka pun berusaha berpindah-pindah tempat agar tak tertangkap aparat kepolisian.
"Tersangka limbung dan berusaha meninggalkan sekitar lokasi. Mungkin agar tidak terlacak. Tapi kami sudah mengantongi identitas tersangka," jelasnya.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer