Polisi Siap Menerima Pengajuan SP3 Kasus Habib Rizieq

Polisi menyatakan siap menerima, jika tim kuasa hukum tersangka kasus pornografi, Habib Rizieq Shihab, mengajukan permohonan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kepada polisi. Namun, untuk dikabulkan atau tidak, nanti penyidik Polda Metro Jaya yang akan menentukan.

"Kalau penyidik (polisi-red) bekerja selalu ada hukum acara. Nah SP3 itu mengatur hukum acara, kalau hukum acara lengkap dan syarat materil pengajuan SP3 lengkap dan benar, tentu akan kita hentikan," tutur Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan di Jakarta, Senin (21/8/2017).
Namun, lanjut Adi, sebaliknya, apabila syarat formil dan materiilnya penyidikan lengkap, tentu penyidik beranggapan pengajuan SP3 itu tidak bisa ditindaklanjuti.

"Tapi itu semua gak apa-apa, kita selalu welcome (menerima-red) dari pihak lawyer ingin menyampaikan permohonan (SP3-red), kita terima, tapi nanti permohonan itu, apakah bisa kita penuhi atau tidak, tergantung dari hasil analisa teman-teman penyidik," terang Adi.

Ia menegaskan, kalau ternyata temna-teman penyidik menyatakan pemberkasannya perkara lengkap, artinya surat permohonan SP3 akan ditolak.

"Karena kalau penyidik yang melakukan pemeriksaan mengatakan pemberkasannya lengkap, apalagi ini kan sudah dikomunikasikan dengan pihak kejaksaan, maka SP3 ditolak," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Pawiro mengatakan tim kuasa hukum saat ini sedang menyusun pengajuan SP3 terkait kasus Habib Rizieq ke penyidik Polda Metro Jaya.

"Kalau yang pertama sudah (pengajuan SP3-red), tapi karena sekarang ada BAP, nanti saya akan mengajukan secara resmi, sekarang sedang disusun," ujar Sugito saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/8/2017).

Menurutnya, ada tiga alasan yang menjadi dasar pihak Rizieq akan mengajukan SP3. Pertama, penetapan status tersangka terhadap Habib Rizieq dinilai cacat hukum karena tidak memiliki dua alat bukti yang cukup.

Kemudian orang yang mengunggah chat tersebut hingga viral juga masih menjadi tanda tanya, karena masih belum terungkap.

Sehingga jika mengacu pada Pasal 23 Ayat 1 UU ITE, seharusnya polisi menangkap terlebih dahulu orang yang mengunggah untuk diinterogasi motif dan keaslian chat tersebut, sebab Habib Rizieq maupun Firza Husein sudah berkali-kali mengelak.

Lalu kasus pornografi yang menimpa Habib tersebut, masuk ke delik aduan. Artinya, harus ada laporan, baik dari suami Firza Husein maupun Istri Habib Rizieq, baru polisi bisa memproses kasus tersebut.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer