RPTRA, Program Unggulan Warisan Ahok yang Terancam Tak Berlanjut

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) merupakan salah satu program unggulan warisan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selama memimpin Jakarta. Kini, anggaran RPTRA dihapus karena kesalahan nomenklatur hingga salah input kode rekening dari Pemprov DKI.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta yang membidangi pemerintahan, Riano P Ahmad menyayangkan anggaran pengadaan lahan untuk RPTRA terancam dihapus. Padahal, kata dia, RPTRA merupakan salah satu program unggulan Pemprov DKI.
"Kalau gagal, berarti jajaran eksekutif di bawah Pak Djarot tidak sungguh-sungguh menggolkan program prioritas ini," ujar Riano saat dikonfirmasi, Sabtu (26/8/2017).

Anggaran untuk pengadaan lahan RPTRA dihapus dari Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) APBD 2017. Lima kota administratif di Jakarta semestinya mendapatkan anggaran Rp 50 miliar.

"Rp 50 miliar per Wali Kota," ucap Riano.

Keputusan ini diambil saat rapat pembahasan KUA-PPAS di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (24/8) lalu. Riano mengatakan, semestinya jajaran di bawah Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendukung agar pengadaan lahan RPTRA bisa dieksekusi.



Ahok saat meresmikan RPTRA di Gang Senggol (Foto: Ari Saputra)

"Kita kemarin di Komisi A dalam pembahasan KUA-PPAS ditanyakan ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), ini kan program deditcatedunggulan Gubernur, kenapa nggak dijalankan? Kan bilangnya adanya kesalahan input nomenklatur, saya bilang kalau program dedicatedGubernur harusnya semua SKPD mendukung agar program ini bisa tereksekusi," kata Riano.

Sebenarnya, nomenklatur dan segala macam kesalahan administratif masih dapat diperbaiki oleh Pemprov DKI. Namun, dalam kesempatan terpisah, Djarot menjelaskan pembangunan RPTRA dapat dieksekusi tahun 2018 meskipun pengadaan lahan sudah digolkan.

"Iya dong, lahannya kan ada dulu, baru pembangunan tahun depan, makanya sekarang kami. Saya ini konsentrasi untuk menyelesaikan yang 100, yang dari APBD kan sudah siap nih tambah 6 dari CSR," kata Djarot saat ditemui detikcom di Auditorium TVRI, Jl Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8).





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer