Tanggapi Puisi "Kaos dan Sepeda" Milik Fadli Zon, Mendagri: Beri Tanda Mata untuk Rakyat kok Dikritik

Sudah selayaknya sebuah karya mendapatkan apresiasi dan tanggapan dari para penikmatnya. Tak terkecuali karya puisi milik Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, dengan judul "Kaos dan Sepeda" yang ditulisnya belum lama ini.

Tanggapan datang dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Ia pun mempertanyakan kepada siapa puisi tersebut dimaksudkan, karena Fadli sendiri tidak menyebutkan secara blak-blakan siapa objek puisinya.
Jika memang ditujukan untuk presiden yang gemar memberikan hadiah, menurut Tjahjo, tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Pemimpin bisa saja memberikan tanda mata bagi rakyatnya. Menurutnya, hal tersebut lumrah lantaran setiap kepala negara, bahkan para pejabat harus senantiasa dekat dengan rakyat dan pemberian tersebut dapat dijadikan salah satu sarananya.

"Memberikan tanda mata kepada rakyat kok dikritik," demikian kata Tjahjo, dikutip dari laman resmi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (5/9).

"Yth sdr Fadli Zon, sah-sah saja mengkritik kebijakan pemerintah yang menurutnya tidak sesuai dalam fungsi pengawasannya sebagai anggota DPR," kata Tjahjo lagi.

Tapi Tjahjo merasa aneh ketika Fadli justru mengkritisi sifat seorang presiden yang dekat dengan rakyat. "Atau memang saya kurang paham dengan bahasa puisi," ujarnya lagi.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer